Breaking News:

Berita Jember

Shalat Ied di Masjid Jami' Al Baitul Amien Jember Tak Dibatasi, Tetapi Cegah Jamaah Meluber ke Jalan

Jamaah juga harus memakai masker, membawa sajadah sendiri, juga membawa kantong plastik sebagai tempat alas kaki.

surya/sri wahyunik
Masjid Jami Al Baitul Amien Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Mekanisme pembatasan jamaah shalat Idul Fitri (Shalat Ied), Kamis (13/5/2021) berbeda untuk setiap masjid di Jember. Kalau Masjid Roudhotul Muchlisin membatasi sampai 300 jamaah, maka Masjid Jami' Al Baitul Amien Kabupaten Jember bakal menggelar pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriyah nanti tanpa membatasi jamaah.

Hanya, pengurus masjid akan memaksimalkan area dalam masjid saja yang digunakan untuk Shalat Ied. Artinya, tidak ada shaf yang meluber sampai keluar atau ke jalan di depan masjid.

"Kami tidak membuat shaf di luar masjid, karena hanya area dalam masjid saja yang dipakai. Itu pun dengan mengatur jarak antar jamaah, seperti pelaksanaan Shalat Jumat," ujar Imam Masjid Jami' Al Baitul Amin, Abah Iqbal Ridlwan kepada SURYA, Selasa (11/5/2021).

Al Baitul Amien merupakan masjid besar Kabupaten Jember, yang juga menjadi masjid ikonik di Jember. Masjid ini selalu menjadi jujugan warga dari sejumlah kecamatan di Jember untuk menunaikan ibadah Shalat Ied, juga Idul Adha.

Di luar masa pandemi Covid-19, jamaah akan meluber sampai ke jalan raya di sekitar masjid. Karenanya, jalan raya selalu ditutup saat pelaksanaan Salat Id. Namun karena saat ini masa pandemi, pihak masjid mengatur secara ketat pelaksanaan Salat Ied.

"Kalau ada yang tetap di luar silakan saja. Namun kalau sampai ada kerumunan warga, tentunya kami akan koordinasi dengan petugas supaya melarang kerumunan warga," tegas Abah Iqbal.

Pelaksanaan Salat Ied dilakukan di dalam area masjid. Petugas masjid juga akan mengecek suhu tubuh jamaah sebelum masuk masjid. Takmir masjid telah mengatur jarak jamaah di masjid tersebut.

Jamaah juga harus memakai masker, membawa sajadah sendiri, juga membawa kantong plastik sebagai tempat alas kaki.

Sementara Wakil Bupati Jember, KH M Balya Firjaun Barlaman meminta takmir masjid mengatur sedemikian rupa jamaah yang datang ke masjid. Gus Firjaun mengingatkan supaya panitia pelaksanaan Salat Ied memperhatikan kapasitas masjid dan jumlah jamaah.

"Jika kapasitas masjid telah terpenuhi, sebaiknya gerbang masuk masjid ditutup. Dan sebaiknya hanya warga sekitar saja yang menunaikan Salat Ied di masjid terdekat," ujar Gus Firjaun.

Gus Firjaun mencontohkan Masjid Besal Al-Akbar Surabaya yang menerapkan pendaftaran online bagi calon jamaah Salat Ied. "Dan setelah terpenuhi kapatisanya, maka gerbang masuk ditutup. Itu bisa dicontoh," imbuhnya.

Pernyataan Gus Firjaun itu menjawab pertanyaan dari takmir Masjid Besar Balung, M Nurhuda. Huda mempertanyakan, jika warga berbondong mendatangi masjid hingga jumlahnya melebihi kapasitas masjid. ***

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved