Breaking News:

Berita Surabaya

Satgas Anti Mafia Tanah Polrestabes Surabaya Bongkar Praktik Penyerobotan Tanah di Manukan

Petugas menelusuri adanya praktik penyerobotan tanah tambak seluas 1,7 hektare milik warga Manukan Wetan dan Kulon

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Satgas Anti Mafia Tanah Polrestabes Surabaya memasang plakat pemberitahuan jika objek tersebut dalam proses penyidikan kepolisian., Selasa (11/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polisi yang tergabung dalam Satgas Anti Mafia Tanah Polrestabes Surabaya (Samata Joyo) tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan praktik mafia tanah yang ada di Surabaya.

Petugas menelusuri adanya praktik penyerobotan tanah tambak seluas 1,7 hektare milik warga Manukan Wetan dan Kulon oleh seorang berinisial DP (48) warga Surabaya.

Bahkan, DP sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menyebutkan, setidaknya ada delapan kepala keluarga yang memiliki hak atas tanah berikut ahli warisnya.

Kasus itu terbongkar setelah polisi mendapat informasi adanya permohonan pergantian hak milik yang dilakukan oleh tersangka DP ke pihak BPN I Surabaya.

"Kami sedang selidiki. Sudah ada penetapan tersangka dan sudah kami panggil dua kali panggilan, namun tidak ada jawaban alias mangkir," beber Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Selasa (11/5/2021).

Guna mengamankan lokasi, sampai saat ini pihak satgas juga sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi tanah sengketa.

Dari informasi yang dihimpun, tanah milik petambak yang sudah turun temurun ini tiba-tiba berpindah hak.

Tanah yang saat ini menjadi tambak dan dibangun rumah semi permanen tersebut diduga hendak dikuasai oleh satu orang, yakni DP yang mengurus dokumen pertanahan secara diam-diam tanpa sepengetahuan ahli waris tanah.

Hal itu dilakukan DP dengan mendaftarkan pengurusan tanah ini di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya I. Sejak 2017, ia melakukan upaya tersebut untuk mengambil hak ahli waris ini.

Oki memastikan akan terus melakukan upaya penyidikan hingga kasus mafia tanah di Surabaya itu terbongkar.

"Sesuai perintah pak Presiden dan pak Kapolri. Bahwa kami akan selalu komitmen membongkar praktik mafia tanah yang tentu merugikan rakyat kecil," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved