Breaking News:

Berita Blitar

Anggota Polres Blitar Rela Tampil Hancur ala Kera Putih, Demi Selamatkan Pemudik dari Covid-19

Anoman dkk mendekatinya, lalu memberikan wejangan terkait larangan mudik demi mencegah potensi tertular Covid-19 di daerah tujuan.

surya/imam taufiq
Petugas Polres Blitar memakai kostum wayang Anoman untuk menghibur pengendara yang diminta putar balik di depan Bendungan Karangkates, Selasa (11/5/2021) siang. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Mencegah masyarakat untuk tidak mudik, tidak cukup dengan menempatkan petugas berwajah garang di pos perbatasan. Tetapi juga bisa dengan cara persuasif agar calon pemudik sukarela putar balik demi mencegah penularan Covid-19 di kampung halaman, salah satunya dengan menempatkan kera putih.

Kera putih yang ditugasi Polres Blitar untuk mencegah pemudik melintas di perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Selasa (11/5/2021) itu, adalah tokoh pewayangan, Anoman. Dan itu adalah kostum khusus yang dipakai polisi untuk mengkampanyekan larangan mudik.

Kasatlantas Polres Blitar, AKP I Putu Angga mengatakan, karena razia memaksa orang untuk balik dari tujuannya, maka pelaksanaannya dibuat semenarik mungkin. Tujuannya agar pelaksanaan penyekatan tidak kaku dan malah menghibur.

"Kalau larangan mudik dibuat seperti ini, jadi terlihat menghibur dan si pengendara tidak kaget. Terkait pemudik, kami imbau sebaiknya bisa menahan diri dengan tidak mudik dulu," ungkap Putu.

Karena memakai kostum tokoh pewayangan yang populer bagi masyarakat Jawa, maka sosialisasi larangan mudik itu tidak kaku. Gaya unik diperlihatkan Anoman di jalur Bendungan Karangkates yang merupakan pintu masuk ke Kabupaten Blitar, yang dari arah Kabupaten Malang.

Selain memakai kostum Anoman, anggota polres lainnya sampai rela wajahnya dicat warna-warni untuk menjadi tokoh punakawan yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Juga ada polisi memakai kostum Gatotkaca.

Petugas berkostum pewayangan itu menyapa pengendara sambil membentangkan tulisan berisi larangan untuk mudik. Seperti tokoh Anoman yang membentangkan tulisan "Tidak Mudik adalah Pilihan Terbaik". Untuk Gatotkaca memegang tulisan "Mending Tidak Mudik Karena Sayang Keluarga Daripada Tertular Covid-19."

Karena tingkah para tokoh pemayangan itu jenaka, para pengendara motor pun terhibur. Apalagi pengendara yang membawa anak-anak, mendapat hiburan gratis.

Bahkan pengendara yang dihentikan, bukannya takut malah meminta berfoto. "Pak, saya boleh selfie. Mumpung kena razia," ujar seorang pemotor berplat N.

Tugas para polisi yang rela berkostum hancur itu adalah menghentikan pengendara menuju Blitar. Begitu pengendara berhenti, Anoman dkk mendekatinya, lalu memberikan wejangan terkait larangan mudik demi mencegah potensi tertular Covid-19 di daerah tujuan.

Karena dilakukan sambil bergaya jenaka, sehingga aksi mereka menghibur. Apalagi ada yang berjoget sambil membentangkan posternya, pemudik pun tertawa.

"Anda mau kemana? Kalau untuk keperluan pribadi atau tidak mudik misalnya urusan kerja, silakan dilanjut. Tetapi kalau mudik, silakan putar balik dulu," ujar Anoman saat memberi pengertian kepada sopir mobil Suzuki Carry nopol N.

Tidak tahunya, sopir Carry adalah warga Desa/Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Ia baru berbelanja kue lebaran dari Pasar Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang berjarak 3 KM dari jembatan itu.

Cuma, mobil yang dikemudikannya berplat N sehingga dikira orang Malang. Begitu ditunjukkan identitas, ia diperbolehkan melanjutkan perjalanan. "Saya setiap hari lewat sini karena kulakan ke Pasar Sumberpucung. Mobil saya berplat N tetapi saya orang Blitar," paparnya. ****

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved