Breaking News:

Berita Sidoarjo

Syarat Shalat Idul Fitri di Masjid dan Musala di Sidoarjo saat Pandemi Covid-19

Shalat Idul Fitri di masjid dan musala di Sidoarjo dibolehkan alias tidak dilarang oleh Pemkab Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/M Taufik
Shalat Idul Fitri di masjid dan musala di Sidoarjo dibolehkan alias tidak dilarang oleh Pemkab Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Shalat Idul Fitri di masjid dan musala di Sidoarjo dibolehkan alias tidak dilarang oleh Pemkab Sidoarjo. Syaratnya, harus ada penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Protokol kesehatan yang harus dijalankan, antara lain kapasitas masjid atau musala maksimal dipakai 50 persen. Kemudian semua jemaah wajib pakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Selain itu, panitia atau takmir masjid juga harus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Termasuk menyediakan semua sarana dan prasarana, seperti tempat cuci tagan, sanitizer, mengecek suhu tubuh jemaah yang hendak ikut shalat, dan memastikan tidak ada kerumunan.

“Silahkan masyarakat Sidoarjo menggelar shalat Idul Fitri di semua masjid dan musala. Adanya Covid -19 jangan terlalu takut, juga jangan terlalu berani, yang penting tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di sela acara Safari Ramadhan di Krembung, Sidoarjo, Senin (10/5/2021).

Keluarnya izin pelaksanaan sholat Idul Fitri di Sidoajro ini setelah bupati mengikuti rapat bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (9/5/2021) malam.

Dalam rapat virtual itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan Dandim 0816 Letkol Inf M Iswan Nusi, juga ikut hadir.

Pemkab Sidoarjo saat ini tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo yang isinya akan disesuiakan dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10180/012.1/2021 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 di saat masa pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Pada SE Gubernur Jatim di nomer dua mengatur pelaksanaan sholat idul fitri berdasarkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT sebagaimana diatur dalam PPKM Mikro.

Bagi daerah atau wilayah yang masih zona merah pelaksanaan sholat id dilaksanakan dirumah masing-masing. Untuk zona orange jama’ah sholat id maksimal 15 persen dari kapasitas tempat.

Sedangkan bagi daerah yang masuk zona kuning dan hijau sholat id bisa dilakukan di masjid atau mushola dengan jumlah maksimal jamaah 50 persen dari total kapasitas.

“Data dari PPKM Mikro tidak ada desa di Sidoarjo yang berstatus zona orange dan merah. Statusnya kuning dan hijau. Hampir delapan ribu RT di Sidoarjo sudah zona hijau, hanya sebagian kecil saja yang zona kuning,” lanjut Muhdlor.

Pihaknya berpesan, warga Sidoarjo harus bisa menjaga diri dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat. Setiap hari, bukan hanya saat idul fitri saja.

“Jangan sampai Shalat Idul Fitri malah jadi cluster baru penyebaran Covid-19 di Sidoarjo,” ujarnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved