Breaking News:

Berita Surabaya

Sidang Isbat Penentu 1 Syawal 1442 Hijriah Bakal Digelar Besok, Kemenag Jatim Pantau Hilal 3 Titik

Ada tiga titik daerah pemantauan hilal (Rukyatul Hilal) yang digelar pihak Kanwil Kemenag Jatim untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriah/2021

SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Ilustrasi rukyatul hilal di Bukit Condrodipo Gresik. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ada tiga titik daerah pemantauan hilal (Rukyatul Hilal) yang digelar pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriah/2021 pada Selasa (11/5/2021) besok.

Tiga titik daerah itu meliputi Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Bukit Condrodipo Gresik dan Pantai Gebang Bangkalan.

Jumlah titik pemantauan itu lebih sedikit ketimbang prosesi rukyatul hilal penentuan awal Ramadan pada April 2021 kemarin, yakni 24 titik daerah.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) Kanwil Kemenag Jatim, Moch Amin Mahfud, jumlah titik daerah pemantauan yang lebih sedikit itu semata-mata upaya efisiensi teknis pelaksanaan rukyatul hilal.

Mulai dari efisiensi waktu yang lebih cepat dan ringkas. Termasuk efisiensi anggaran pelaksanaan pada masa serba tak menentu akibat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Efisiensi waktu dan anggaran, karena di situasi seperti ini, ada pembatasan-pembatasan, maka kami milih titik itu," katanya saat dihubungi SURYA.CO.ID, Senin (10/4/2021).

Berdasarkan perhitungan metode hisab, pada tanggal 29 Ramadhan itu, ungkap Amin, posisi hilal masih dibawah ufuk atau berada minus 3 derajat.

Jika hilal masih belum terlihat dengan menggunakan metode rukyat, maka akan diterapkan prinsip istikmal, yakni menyempurnakan atau menggenapkan hitungan jumlah hari suatu bulan, sampai 30 hari sebelum memulai bulan baru.

Artinya, puasa Ramadan akan ditambah menjadi satu hari, bertujuan menyempurnakan atau menggenapkan hitungan bulan Ramadan menjadi 30 hari.

"Sebagai kalangan ahlusunnah wal jamaah yang menjalankan anjuran Rasulullah SAW, shumu liru'yatihi wa afthiru liru'yatihi. Jadi itu yang kami laksanakan. Jadi ini nanti istikmal, istilahnya," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved