Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Beri Beasiswa Guru Dinyah Kuliah S1, S2 dan Ma'had Aly, Alokasi Anggaran Rp 15,7 Miliar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan beasiswa pendidikan untuk S1, S2 dan Ma'had Aly bagi guru diniyah di Jatim.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan penandatangan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Pemprov Jatim dengan Kopertais wilayah IV Surabaya, PTKIN/S dan Ma'had Aly dalam rangka peningkatan kualifikasi akademik S1/s2 dan Ma'had Aly bagi guru diniyah di Jawa Timur, di Grahadi, Senin (10/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan beasiswa pendidikan untuk S1, S2 dan Ma'had Aly bagi guru diniyah di Jatim.

Untuk tahun 2021 ini, alokasi dana untuk peningkatan kualifikasi akademik guru diniyah dianggarkan sebanyak Rp 15,7 miliar di APBD Jatim.

Hari Senin (10/5/2021) ini, dilakukan penandatangan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Kopertais wilayah IV Surabaya, PTKIN/S dan Ma'had Aly dalam rangka peningkatan kualifikasi akademik S1/S2 dan Ma'had Aly bagi guru diniyah di Jawa Timur.

"Ini adalah upaya kami meningkatkan kualitas pendidikan para pendidik kita di pesantren-pesantren yang mengajarkan diniyah," kata Gubernur Khofifah usai penandatangan MoU dengan perguruan tinggi yang nantinya menjadi tempat para guru diniyah menempuh beasiswa.

Program pemberian beasiswa untuk guru diniyah di jenjang S1, S2 dan Ma'had Aly ini sudah dilakukan Gubernur Khofifah sejak tahun 2019. Untuk tahun 2021 ini, jumlahnya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, kuotanya adalah 510 orang untuk menempuh S1, dengan nominal beasiswa sebesar Rp 10 juta. Kemudian untuk kuota pendidikan S2 sebanyak 320 orang dengan nominal beasiswwa Rp 20 juta. Dan untuk Ma'had Aly kuotanya sebesar 425 mahasantri dengan nominal Rp 10 juta.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa peningkatan pendidikan untuk guru diniyah harus terus ditumbuhkembangkan untuk meningkatkan kualitas SDM di tataran pondok pesantren, dan secara luas adalah Jawa Timur.

"Saat ini IPM Jawa Timur ini masih ringking 15. Kita harus berjuang itu bisa meningkat salah satunya dengan peningkatan kualifikasi akademik ini," tambah Khofifah.

Selanjutnya, Khofifah meminta para pengurus pesantren dan juga kiai untuk melakukan pelengkapan data guru di masing-masing tempatnya. Sebab Khofifah ingin ada pemetaan yang jelas terkait akademik guru.

Misalnya, identifikasi guru dengan spesifiksi bidang A, B, C sudah ada berapa persen, yang masih kurang dalam peningkatan berapa. Sehingga hal tersebut bisa menjadi guidance bagi Pemprov Jatim, seperti dalam pemberian beasiswa ini.

"Semoga ini menjadi ihtiar kita bersama untuk meningkatan kualitas pendidikan masyarakat Jawa Timur, khususnya pada santri, dan guru madrasah diniyah," ungkap Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved