Breaking News:

Lebaran 2021

Jelang Idul Fitri 1442 H, BPOM Surabaya Temukan 78 Persen Produk Pangan Tanpa Izin Edar di Jatim

Temuan Balai Besar POM Surabaya merupakan hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan di Jatim tahun 2021.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Kepala Balai Besar POM Surabaya Rustyawati. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jelang Idul Fitri 1442 H, Balai Besar POM Surabaya menemukan 78,9 persen produk pangan tanpa izin edar.

Temuan ini merupakan hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan di Jatim tahun 2021.

Kepala Balai Besar POM Surabaya, Rustyawati mengungkapkan dalam rangka upaya melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan, pihaknya telah dan sedang melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan.

Khususnya produk pangan yang tidak memenuhi Ketentuan, selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

"Target diutamakan pada pangan olahan Tanpa lzin Edar (TIE) kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan Iain-Iain) pada sarana distribusi pangan (importir/distributor, toko, swalayan, supermarket. hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan/atau penjual parsel) serta pangan berbuka puasa (takjil),"urainya, Senin (10/5/2021).

Rus mengungkapkan mendekati hari raya lebaran cenderung ada peningkatan konsumsi pangan. Meskipun puasa tapi konsumsi pangan lebih banyak dan bervariasi.

Hal ini kerap dimanfaatkan pedagang dengan meningkatkan supply bahan makanan. 

"Tak jarang ditemukan bahan pangan yang di supply tidak memenuhi standar pangan. Sehingga kami mengadakan intensifikasi pangan menjelang hari besar keagamaan,"paparnya.

Menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri intensifikasi dilakukan tiap minggu sejak bulan April hingga usai Idul Fitri.

Dikatakan Rus, intensifikasi pemeriksaan produk pangan selama enam minggu ini mengalami peningkatan awareness pelaku usaha dibandingkan tahun lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved