Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah: Salat Idul Fitri di Jatim Berbasis Zona Mikro dan Maksimal Durasi 30 Menit

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengizinkan untuk penyelenggaraan salat Idul Fitri 2021, namun dengan sistem dan mekanisme yang ketat.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengizinkan untuk penyelenggaraan salat Idul Fitri 2021, namun dengan sistem dan mekanisme yang ketat.

Ia menyebutkan, bahwa di Jatim, salat Idul Fitri 2021 dilakukan berbasis zona mikro.

Sedangkan masjid jami’ atau masjid agung di kabupaten/kota di Jatim dalam wilayah zona oranye dan kuning yang menyelenggarakan salat Idul Fitri harus dilakukan dengan sistem pendaftaran jemaah sebagaimana format Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

“Setelah rapat tadi malam, kami sepakat, bahwa salat Idul Fitri di Jatim dilakukan berbasis zona mikro. Artinya ada yang berbasis RT, berbasis RW tergantung masing masing desa mem-breakdown PPKM Mikro mikro,” kata Gubernur Khofifah, Senin (10/5/2021).

Di Jatim ada sebanyak 8.501 desa dan kelurahan, dari jumlah itu ada satu desa yang statusnya zona merah. Desa zona merah itu ada di Kabupaten Banyuwangi.

Bagi desa zona merah tersebut, ditegaskan Khofifah agar masyarakatnya salat Idul Fitri di rumah saja.

“Satu desa itu di Banyuwangi itu, masyarakat diharapkan salat ID di rumah. Di luar itu, Satgas Covid-19 di tingkat RT RW Desa dan Kelurahan silakan mengatur. Karena di luar zona merah boleh menyelenggarakan salat Idul Fitri,” tegasnya.

Meski dibolehkan, Khofifah menegaskan, bahwa salat Idul Fitri tetap ada batasan.

Untuk zona oranye, kapasitas maksimalnya adalah 25 persen jamaah, sedangkan di zona kuning kapasitas maksimalnya adalah 50 persen. Selain itu seluruh jamaah harus menjaga protokol kesehatan.

“Selama salat Idul Fitri, imam hanya membaca surat pendek. Bahkan secara spesifik ditentukan surat yang dibaca adalah Surat Al Kafirun dan Surat Al Ikhlas. Khotbahnya hanya 7-10 menit saja. Sehingga total salat Idul Fitri hanya 30 menit saja, sudah selesai semua dan ingat tidak ada jabat tangan,” tegasnya.

Sedangkan untuk salat Idul Fitri di masjid harus membawa kantong plastik untuk membawa sandal masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan.

“Di masjid jami’ dan masjid agung, seyogyakan mengikuti format yang sudah ada ditutorialkan Masjid Al Akbar Surabaya. Ada turorial secara detail, jemaah mendaftar dan diberikan ID Card. Itu penting karena takutnya yang tidak terinfo, bisa datang beramai-ramai dan bisa berpotensi melebihi kuota,” pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved