Breaking News:

Berita Blitar

Gemetaran di Depan Gedung DPRD, Dua Pencuri 12 Kayu Jati di Blitar Gagal Bertemu Pembeli

Padahal saat berboncengan motor malam itu, keduanya dalam perjalanan menuju rumah pemesan kayu curian.

surya/imam taufiq
Dua pencuri kayu diamankan oleh petugas gabungan Polsek Sutojayan dan Polhut di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar, Minggu (9/5) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Masih tingginya tingkat pencurian kayu di hutan Perhutani Blitar, ternyata memang karena ada permintaan. Saat penangkapan dua pencuri kayu jati di Kabupaten Blitar, Minggu (9/5/2021) malam, polisi yang melakukan pencegatan mendapati bahwa keduanya hendak bertemu calon pembeli.

Tetapi karena keburu dicegat petugas gabungan Polsek Sutojayan dan Polhut (Polisi Hutan), dua pencuri yaitu Yudi (29) dan Supri (30), warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, gagal bertemu calon pembeli. Padahal saat berboncengan motor malam itu, keduanya dalam perjalanan menuju rumah pemesan kayu curian.

Setelah penangkapan kedua pelaku, petugas mengamankan 12 gelondong kayu jati yang dicuri dari hutan Sekaran, Desa Kedung Bunder, Kecamatan Sutojayan. "Kayu-kayu itu dicuri di dalam hutan. Dari TKP ditemukan banyak pohon jati yang hilang. Melihat bekasnya, itu digergaji lalu dipotong-potong menjadi 12 batang," kata Kapolsek Sutojayan, AKP Tamim Anwar, Senin (10/5/2021).

Dua pencuri kayu yang sedang mengendarai motor ini tidak bisa berkutik ketika dihentikan di depan pintu gedung DPRD Kabupaten Blitar. Lucunya, begitu tahu kalau yang menghentikannya adalah polisi, mereka terlihat gemetaran.

Dari pemeriksaan terungkap bahwa pencurian terjadi Jumat (7/5) malam. Mereka masuk ke dalam hutan dengan naik motor yang sudah dimodifikasi menjadi trail. Lalu tepat tengah malam, mereka menjalankan aksinya menebang kayu jati dengan gergaji.

"Pencurian dilakukan tengah malam untuk menghindari patroli petugas. Sebab selama bulan puasa ini, patroli petugas kian ditingkatkan," ungkapnya.

Kemudian Sabtu (8/5) malam, keduanya membawa 12 gelondong kayu jati itu dengan motor dan dikeluarkan dari dalam hutan. Namun kayu-kayu itu tidak langsung dibawa pulang meski sudah dekat dengan rumahnya melainkan disembunyikan di belakang rumah warga.

"Meski aksi sudah dilakukan dengan rapi, namun diduga diketahui seseorang lalu dilaporkan ke petugas. Berikutnya, petugas diam-diam langsung mencarinya Sabtu malam itu," ungkapnya.

Namun saat disanggong di rumahnya, kedua pelaku ternyata tidak pulang. Lalu petugas mendapat informasi kalau Supri bersembunyi di rumah mertuanya di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro.

Polisi langsung menuju lokasi dimaksud namun tidak langsung menangkapnya melainkan menunggu waktu yang tepat. "Bersamaan petugas menyanggongnya, malam itu pelaku lainnya (Yudi) datang dengan mengendarai motor. Rupanya Yudi menjemput Supri untuk diajak ke rumah calon pembeli kayu curiannya," ungkapnya.

Akhirnya malam itu mereka keluar berboncengan sepeda motor menuju ke arah Desa Sutojayan dan diduga akan mendatangi rumah calon pembelinya. Kali ini petugas tidak hanya menguntit, tetapi kemudian mendahului dan mencegat laju motor kedua pelaku di depan gedung DPRD.

Tetapi polisi belum membeberkan siapa identitas calon pembeli kayu-jayu curian yang berdomisili di Desa Sutojayan itu. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved