Breaking News:

OTT Bupati Nganjuk

Bukan KPK, Bareskrim Polri yang Pertama Selidiki Bupati Nganjuk, Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Terungkap kasus dugaan suap jual beli jabatan melibatkan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat pertama kali diselidiki oleh Bareskrim Polri, bukan KPK.

Editor: Iksan Fauzi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi petugas KPK. OTT KPK Bupati Nganjuk berlangsung malam hari pada Minggu (9//5/2021). Terungkap Bareskrim Polri yang melakukan penyelidikan awal terhadap dugaan kasus jual beli jabatan di Nganjuk. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terungkap kasus dugaan suap jual beli jabatan yang melibatkan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat pertama kali diselidiki oleh Bareskrim Polri, bukan KPK.

Penyelidikan pertama kali terhadap Novi itu diungkapkan oleh juru bicara lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri.

Oleh karena itu, pada saat melakukan operasi tangkap tangan atau OTT KPK dilakukan bersama tim Bareskrim Polri

"Kegiatan Tangkap Tangan di wilayah Jawa Timur ini, merupakan sinergi antara KPK dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," kata Ali Fikri melalui pesan tertulisnya usai dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin, (10/5/2021).

Bupati Nganjuk H Novi Rahman Hidhayat menyebutkan, ada beberapa poin imbauan tentang Pembatasan Pengunjung dan Penerapan Protokol Pencegahan, Pengendalian Covid-19 dan Ketertiban Umum di Bidang Usaha Pariwisata Selama Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.
Bupati Nganjuk H Novi Rahman Hidhayat menyebutkan, ada beberapa poin imbauan tentang Pembatasan Pengunjung dan Penerapan Protokol Pencegahan, Pengendalian Covid-19 dan Ketertiban Umum di Bidang Usaha Pariwisata Selama Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M. (Surabaya.Tribunnews.com/Achmad Amru Muiz)

Ia mengatakan, pihaknya mensupport penuh penyelidikan tim Bareskrim Polri sejak April lalu atas dugaan tindak pidana korupsi (TPK) penerimaan sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

"Informasi yang kami terima sejauh ini, tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk terhadap sekitar 10 orang yang diamankan, di antaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN di Pemkab Nganjuk," tambahnya.

Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya, uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," tandasnya.

Penggeledahan di ruang BKD

Sekitar satu jam tim Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di ruang mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk. Mereka mulai melakukan penggeledahan pukul 09.15 WIB dan selesai pukul 10.15 WIB.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved