Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

2.137 Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19 Terima Santunan dari Khofifah, Penerima Menangis

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan pada ahli waris warga Jatim yang meninggal akibat Covid-19

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan kepada ahli waris warga Jatim yang meninggal akibat Covid-19, di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/5/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan pada ahli waris warga Jatim yang meninggal akibat Covid-19, di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/5/2021) sore.

Total ada sebanyak 2.137 orang ahli waris yang mendapatkan santunan dari Pemprov Jatim dengan besaran masing-masing Rp 5 juta per jiwa.

Usai menyerahkan bantuan, Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa santunan ini mulanya diberikan oleh Kementerian Sosial. Namun, karena dari pusat dihentikan, maka Pemprov Jatim segera melakukan koordinasi internal untuk take over pemberian santunan, dengan mempertimbangan kemampuan fiskal Pemprov Jatim.

"Karena dihentikan maka kami komunikasikan di internal Pemprov Jatim. Sebab mereka ini pada dasarnya sudah mengumpulkan data pengajuannya ke kementerian. Maka untuk saat ini kami serahkan santunan pada 2.137 orang ahli waris, masing-masing Rp 5 juta, sebagai tanda bahwa kami juga ikut berduka dan berbela sungkawa," kata Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, bahwa penyerahan akan dilakukan secara bertahap. Dengan harapan seluruh pengajuan bisa mendapatkan santunan secara merata.

Salah seorang penerima bantuan santunan Covid-19, Supiyanto menangis terharu setelah menerima santunan dari Pemprov Jawa Timur tersebut.

"Terima kasih ibu gubernur. Saya sangat terbantu. Istri saya Umi Wahyuningsih meninggal dunia karena Covid-19, alhamdulillah ini menjadi penolong dan penghibur bagi kami dan keluarga," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan kendaraan bermotor roda dua untuk Tagana di 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Pasalnya, para pasukan tagana kerap kesulitan untuk menjangkau lokasi bencana alam. Sehingga dibutuhkan kendaraan gesit berupa motor agar bisa mempercepat layanan.

"Tagana itu adalah para relawan yang sangat tangguh. Sekarang yang mendirikan dapur umum setiap ada bencana termasuk saat ini di karantina tenaga migran juga tenaga yang menyiapkan dapur umum. Maka mereka ini adalag front liner, maka harapannya bantuan ini bisa memberikan layanan yang terdampak bencana alam maupun sosial," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved