Breaking News:

Berita Lumajang

Ratusan Warga Terjaring Penyekatan Mudik di Klakah Lumajang

Polres Lumajang menjaring ratusan pengendara lalu lintas (lalin) di posko penyekatan jembatan Klakah.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Tony Hermawan
Polres Lumajang menjaring ratusan pengendara lalu lintas (lalin) di posko penyekatan jembatan Klakah. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Polres Lumajang menjaring ratusan pengendara lalu lintas (lalin) di posko penyekatan jembatan Klakah.

Pelanggar lalin itu didominasi pengendara sepeda motor. Mereka rata-rata melanggar lalu lintas seperti tak memakai helm dan tidak mengenakan masker saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho menjelaskan, pihaknya selain fokus melakukan penyekatan pemudik juga sengaja menjaring pelanggar lalu lintas.

Sebab setelah diamati banyak warga lokal sering berlalu lalang tanpa mengenakan helm padahal ruas Jalan Klakah termasuk jalur provinsi.

"Sejak hari pertama dilakukan penyekatan kami banyak menemukan pengendara yang tidak tertib lalu lintas terutama yang tidak menggunakan helm, tidak menggunakan masker. Nah karena kami dalam rangka mengadakan penyekatan sekalian juga kami melakukan edukasi himbauan," katanya.

Bayu juga menjelaskan, rata-rata pelanggar saat diamankan tidak membawa STNK. Alhasil mereka pun harus menerima sanksi tilang.

"Kami melakukan penindakan hukum bagi yang tidak membawa surat-surat kami lakukan sesuai ya perlu ditilang kami tilang yang tidak membawa masker kami berikan," ujarnya.

Perlu diketahui posko penyekatan ini digelar untuk mencegah pemudik. Sebab di masa pandemi ini pemerintah kembali melarang mudik sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Sebanyak 196 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP terlibat dalam razia ini. Ratusan personil itu disebar di tiga titik yaitu Pronojiwo, Klakah, dan Jatiroto.

Meski demikian, di lapangan petugas masih banyak menemukan warga luar kota yang memaksa ingin mudik. Alhasil karena tidak bisa menunjukan surat bebas Covid-19, hingga surat izin keluar masuk (SIKM) mereka dipaksa putar balik.

"Cukup banyak yang sudah kami sanksi tegas. Kemarin saja (8/5) selama 24 jam total kendaraan dari berbagai jenis yang diperiksa 6 118," terangnya.

Untuk itu, Bayu berpesan agar masyarakat mematuhi larangan mudik tersebut. Ia juga mengingatkan jangan sampai pemudik nekat kucing-kucingan dengan petugas.

"Saya berpesan kepada masyarakat untuk mentaati aturan apa yang sudah ditetapkan pemerintah tahan diri agar pandemi segera usai," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved