Breaking News:

Berita Surabaya

Masih Banyak Warga Surabaya Tidak Punya HP, Takut Anak-Anaknya Tak Bisa Daftar PPDB

Ayu bahkan tak percaya di era sekarang dan di Surabaya, masih ada warga yang belum akrab dengan smartphone.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Deddy Humana
surya/nuraini faiq
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna menggelar reses dengan menampung aspirasi warga di Dupak Timur, Kecamatan Krembangan, Jumat (7/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Warga Dupak Timur, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, cemas menjelang pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang dimulai 2 Juni 2021 mendatang. Mereka takut tidak bisa mendaftarkan putra-putrinya karena belum semua akrab dengan budaya online.

Salah satu alasannya, banyak warga yang kesulitan dari sisi ekonomi sehingga tidak bisa mudah membeli HP atau smartphone, apalagi membeli data.

"Jangankan untuk smartphone dan paket data. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja kesulitan. Wajar kalau para orangtua di Dupak Timur cemas dengan pendaftaran PPDB secara online," ucap Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, Minggu (9/5/2021).

Saat menggelar masa reses kemarin, Ayu mengaku bahwa tidak sedikit warga yang takut tidak bisa mendaftarkan anaknya ke PPDB jenjang SMP. Selain kurang akrab dengan smartphone, warga di juga jarang beli kuota HP.

Ayu bahkan tak percaya di era sekarang dan di Surabaya, masih ada warga yang belum akrab dengan smartphone. Akhirnya anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya itu mencari tahu.

Ternyata memang banyak warga di wilayah Dupak perlu perjuangan untuk kebutuhan makan saja. Rata-Rata mereka adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga banyak yang memang tidak punya HP.

Seperti disampaikan Ny Rima, warga RT 01 RW 08 Dupak Timur, ia mengakui tidak punya HP atau smartphone. "Bagaimana nanti anak saya daftar sekolah online," keluh Ny Rima kepada Ayu.

Ada banyak juga warga yang tidak punya kuota internet. Ayu pun meminta kelurahan setempat cepat merespons problem warga kampung tersebut. Baik melalui RW atau bahkan RT untuk menginventarisasi warganya yang tidak punya smartphone.

Ia menilai, pihak k elurahan bisa mengakomodasinya dengan pinjam pakai dari staf kelurahan atau cara lain. "Balai RW sebaiknya dilengkapi jaringan Wifi. Atau ada fasilitas komputer laptop gratis untuk PPDB warga Dupak Timur," ujar Ayu. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved