Breaking News:

Berita Trenggalek

Langkah Pemkab Trenggalek Setelah Ada Pekerja Migran Asal Tenggalek Positif Covid-19

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek dinyatakan terpapar Covid-19.

Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin
Proses pengecekan kesehatan PMI asal Kabupaten Trenggalek saat berada di tempat karantina di Hotel Prigi, Kecamatan Watulimo. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek dinyatakan terpapar Covid-19.

Ini merupakan kasus Covid-19 pertama dari proses pemulangan PMI asal Kabupaten Trenggalek yang masa kontraknya di luar negeri telah habis.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni membenarkan kabar satu PMI positif Covid-19 itu.

Ia mengatakan, PMI itu berasal dari Kecamatan Watulimo. Ia diketahui terpapar Covid-19 setelah menjalani tes usap polymerase chain reaction (PCR) di Trenggalek.

Bersama yang lain, PMI tersebut sebelumnya telah menjalani karantina selama dua hari di Surabaya.
Sebelum dijemput pulang ke Trenggalek, ia sudah menjalani tes usap PCR yang hasilnya negatif.

Setelah dijemput pulang, ia kembali menjalani karantina tiga hari di Hotel Prigi, tempat yang disediakan pemkab untuk isolasi para PMI sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Nah, hasil tes usap positif PMI ini muncul saat ia menjalani tes usap kedua di Trenggalek. Tes usap ini juga merupakan rangkaian aturan standar pemulangan PMI dari luar negeri.

Hingga akhir pekan ini, Dinkes Trenggalek telah mengetes usap para PMI sebanyak 53 orang.
“Sebanyak 42 orang dinyatakan negatif. Satu orang positif. Untuk yang lain, hasilnya masih menunggu,” ungkap Saeroni.

Saat ini, pasien itu telah dipindahkan dari tempat karantina di Hotel Prigi Kecamatan Watulimo ke Asrama Covid (Ascov) milik pemda di Kecamatan Trenggalek.

Di sana, ia akan menjalani karantina selama 10 hari. Sang PMI baru boleh pulang ke kampung halamannya setelah dinyatakan negatif corona.

Saeroni menjelaskan, munculnya hasil tes usap positif pada pasien tersebut saat pemeriksaan di Trenggalek merupakan hal yang wajar. Meskipun, saat dites di Surabaya beberapa hari sebelumnya, hasilnya negatif.

“Bisa saja, mas inkubasi virus ketika di tes usap di Surabaya belum terbentuk. Sehingga hasilnya negatif. Baru ketika sampai di Trenggalek, perkembangan virusnya sudah banyak, sehingga hasilnya positif,” sambung dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved