Breaking News:

Hikmah Ramadan 2021

Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Jatim, Haqqul Yaqin: Puasa Momen Transendensi Humanisme Islam

Dengan tegas dinyatakan dalam QS. 51:56 bahwa tujuan penciptaan manusia untuk senantiasa beribadah dan melaksanakan perintah-perintah Allah.

Foto: mui jatim
Haqqul Yaqin, Anggota Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur dan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Ampel Surabaya. 

DI tengah pandemi yang masih sulit diprediksi kapan akan berakhir, ekspresi kemanfaatan beragama akan selalu dilihat pada ukuran-ukuran kemanusiaan.

Sisi kemanusiaan dipandang sebagai dasar segala aktivitas, sehingga spiritualitas maupun ritus akan selalu disandarkan pada konteks kemanusiaan.

Komitmen ini sebagai upaya menemukan kembali makna dasar agama yang dapat membebaskan manusia dari segala determinisme yang terdapat dalam pranata kehidupan modern.

Di sinilah arti penitng agama sebagai sarana pembebasan. Saat ini agama dituntut menunjukkan idealismenya dengan memberikan kontribusi praktik sosial yang lebih memberi kepedulian lebih pada nilai-nilai kemanusiaan.

Ibadah puasa sebagai ritus yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan tentunya memiliki momentum penting dalam upaya melakukan rekonstruksi dan kontekstualisasi ajaran Islam hubungannya dengan pemahaman di atas. Inti pengalaman keagamaan adalah Tuhan.

Dalam Islam pembacaan syahadat merupakan ekspresi ikrar ilahiyah akan komitmen pendasaran setiap perilaku manusia dalam mewujudkan nilai ideal moral agama (Isma’il Raji al-Faruqi).

Dengan syahadat seorang hamba mengikrarkan diri untuk senantiasa mengabdikan tindakan pada upaya-upaya mewujudkan inti ajaran Islam yang penuh kasih dan sayang.

Hal utama yang menjadi pesan moral ibadah puasa adalah mencegah atau menahan diri (imsak). Tentu saja makna ini tidak hanya dibatasi pada berhentinya mengkonsumsi makanan dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Kata imsak harus diarahkan pada pemaknaan yang lebih substansial sebagai upaya mewujudkan kedalaman makna
spiritual ajaran Islam, salah satunya adalah nilai-nilai kemanusiaan.

Ibadah apapun yang diajarkan dalam Islam sejatinya dalam rangka memenuhi hajat manusia, yaitu kebutuhan
akan kebaikan dan kemanfaatan. Karena itu perintah puasa dalam ayat al-Qur’an diikuti
dengan kata taqwa.

Halaman
1234
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved