Breaking News:

Berita Sidparjo

Dari Ribuan Kendaraan, Hanya Dua Dipaksa Putar Balik di Sidoarjo. Karena 'Ditengarai' Mudik

Dua kendaraan yang diputar balik oleh petugas di posko Waru itu adalah sebuah mobil penumpang dan satu mobil barang.

Penulis: M Taufik
Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di depan pos penyekatan Waru, Sidoarjo, Minggu (9/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Seharian ini, Minggu (9/5/2021), hanya ada dua kendaraan yang disuruh putar balik ke daerah asalnya oleh petugas saat melintasi pos penyekatan di Waru, Sidoarjo. Padahal ratusan atau bahkan ada ribuan pengendara yang diperiksa oleh petugas di pos penyekatan di perbatasan Surabaya - Sidoarjo tersebut.

Dua kendaraan yang diputar balik oleh petugas di posko Waru itu adalah sebuah mobil penumpang dan satu mobil barang. Mereka dipaksa balik karena saat diperiksa, terlihat atau seperti ditengarai hendak mudik.

"Sehari ini pada hari keempat penyekatan mudik Lebaran Idul Fitri di pos Waru, hanya dua pemudik yang diputar balik," kata AKP Sugeng Sulistiyono, perwira pengendali pos penyekatan P1 Waru, Minggu (9/5/2021) malam.

Hal itu diasumsikan bahwa jumlah pemudik memang turun drastis paska sosialisasi besar-besaran dan banyaknya pos penyekatan yang terpasang. Itu terlihat sekali di pos yang merupakan exit tol Waru tersebut.

"Jauh, sekali pengurangannya dibanding hari-hari sebelumnya. Seharian kami jaga, jarang sekali ada kendaraan yang ditengarai pemudik," lanjut perwira yang juga menjabat Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo tersebut.

Penyekatan wilayah akan berlangsung hingga 17 Mei 2021 dan akan diperketat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain mudik antarwilayah, mudik lokal juga dilarang.

Meski ada rayonisasi atau penetapan wilayah aglomerasi, tetap saja mudik tidak dibolehkan. Bahkan berkunjung ke famili di dalam wilayah aglomerasi saat lebaran nanti juga dilarang.

Sidoarjo berada dalam satu wilayah aglomerasi bersama Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Bangkalan. Artinya mudik dari Surabaya ke Sidoarjo atau sebaliknya tidak diperkenankan. Demikian pula mudik lokal di wilayah aglomerasi lainnya.

Mengacu kebiasaan, mudik lokal kebanyakan terjadi pada H-1 Idul Fitri, serta saat hari H. Karena itu Satlantas Polresta Sidoarjo menyiapkan strategi pengetatan lebih pada tiga hari tersebut. H-1 sampai H+1 Idul Fitri.

"Yang dibolehkan adalah melintas yang berkepentingan jelas, seperti kepentingan pekerjaan dan sebagainya. Itu pun harus menunjukkan surat keterangan," ungkap Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Whika Ardilestanto.

Di Sidoarjo ada empat pos penyekatan dan empat pos pengamanan yang didirikan selama Mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Rinciannya, pos penyekatan ada di Waru, exit tol Tambaksumur, exit tol Sidoarjo Kota, dan exit tol Tanggulangin.

Sementara pos pengaman antara lain berada di Terminal Purabaya Bungurasih, Bundaran Taman Pinang, Stasiun Sidoarjo, dan pos pengamanan di Pasar Krian. Serta ada satu lagi pos gabungan Polresta Sidoarjo dan Polres Pasuruan yang ditempatkan di Simpang Tiga Gempol. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved