Breaking News:

Berita Ngawi

Modus Pemudik untuk Kelabui Petugas di Ngawi, Tapi Tetap Ketahuan dan Diminta Putar Balik

Bermodal fotocopy-an surat keterangan dari rumah sakit dan RT, satu keluarga gagal pulang kampung.

SURYA.CO.ID/Rahadian Bagus
Pengendara asal Bangkalan, Ridoi (jaket hitam) memohon kepada petugas agar diizinkan melintas saat diperiksa di Pos Penyekatan Exit Tol Ngawi, Sabtu (8/5/2021). 

SURYA.CO.ID, NGAWI - Bermodal fotocopy-an surat keterangan dari rumah sakit dan RT, satu keluarga gagal pulang kampung.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menegaskan keringanan dalam kebijakan larangan mudik, hanya berlaku untuk alasan darurat.

Di antaranya, anggota keluarga yang meninggal atau sedang sakit, selain terkena Covid-19.

Namun, keringanan tersebut rupanya dimanfaatkan sejumlah warga agar bisa pulang kampung dengan alasan ingin melayat atau takziah.

Tak sedikit, warga yang ingin mudik nekat memalsukan dokumen atau surat keterangan untuk mengelabui petugas.

Seperti seorang pengendara asal Bangkalan yang tinggal di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, bernama Ridoi, Sabtu (8/5/2021).

Ia diminta untuk putar balik saat diperiksa di Pos Penyekatan Exit Tol Ngawi.

Selain tak dapat menunjukan surat hasil rapid test, ia juga hanya membawa surat keterangan dari RT tempatnya tinggal dan fotocopy surat keterangan kematian dari rumah sakit.

"Katanya cukup surat dari RT, saya kan nggak ngerti," ujarnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved