Breaking News:

Berita Jember

Kepastian Boleh Tidaknya Salat Id Berjemaah di Kabupaten Jember, Berikut Keputusannya

Apakah Salat Idul Fitri di Jember diperbolehkan atau tidak, berikut hasi Rakor Forkopimda Jember bersama ulama

SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Rakor Forkopimda Jember dan ulama di Jember terkait SE Menag RI, Sabtu (8/5/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Peserta rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Jember bersama ulama terkait Surat Edaran Menteri Agama RI yang digelar Sabtu (8/5/2021), tidak menghasilkan keputusan tegas tingkat daerah, apakah Salat Idul Fitri di Jember diperbolehkan atau tidak.

Forkopimda Jember dan ulama peserta Rakor memilih akan meneruskan SE Menteri Agama RI No 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di Masa Pandemi Covid-19, ke masyarakat Jember.

Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto yang diwawancarai setelah Rakor sekitar dua jam itu menegaskan, jika Pemkab Jember melaksanakan SE Menag RI tersebut.

"Tentunya kami harus in-line dengan SE Menteri Agama. Kami akan meneruskan keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini SE Menteri Agama ini ke masyarakat Jember. Semuanya akan bergerak, meneruskan ke tempat peribadatan, baik masjid dan musala," ujar Hendy.

Dalam SE Menag RI itu secara tegas menyebut, jika daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (Zona Merah dan Oranye), maka warganya agar melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Salat Id bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan, hanya untuk daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yakni Zona Hijau dan Kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Jika Salat Idul Fitri digelar, masih dalam SE tersebut, maka harus dilaksanakan memakai protokol kesehatan. Yakni, tempat ibadah hanya diisi 50 persen dari kapasitas, jamaah wajib memakai masker, menjaga jarak, ada pengecekan suhu tubuh dan penyediaan tempat cuci tangan.

Sementara itu, Kabupaten Jember dalam peta persebaran Covid-19 di Jawa Timur masih termasuk Zona Oranye, atau risiko sedang. Jika dijlentrehkan ke tingkat kecamatan, dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember terbagi menjadi enam kecamatan Zona Hijau, 14 Zona Kuning, dan 11 Zona Oranye, hingga Jumat (7/5/2021).

Dalam Rakor yang oleh Bupati Hendy disebut diskusi asyik itu, memang muncul sejumlah usul, baik dari ulama perwakilan pondok pesantren, organisasi keagamaan, Kementerian Agama Jember, maupun dari pihak kepolisian.

Beberapa usul yang masuk antara lain, Salat Idul Fitri dilarang digelar di kecamatan Zona Oranye, dan hanya dibolehkan untuk Zona Kuning dan Hijau.
Namun jika itu diberlakukan, bakal muncul eksodus warga dari Zona Oranye ke zona yang dibolehkan menggelar Salat Idul Fitri.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved