Breaking News:

Berita Surabaya

Ciptakan Suasana Lebaran Di Kampung, Ini Cara Warga Rungkut Surabaya Sikapi Larangan Mudik

Larangan mudik lebaran kali kedua yang diberlakukan oleh pemerintah disikapi bijak oleh warga RW VIII Rungkut Mapan Barat (RMB), Kota Surabaya.

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Pengurus RW VIII Rungkut Mapan Barat, Kota Surabaya, memberikan bingkisan kepada petugas yang bertugas jaga kampung selama larangan mudik 2021 oleh pemerintah. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Larangan mudik lebaran kali kedua yang diberlakukan oleh pemerintah disikapi bijak oleh warga RW VIII Rungkut Mapan Barat (RMB), Kota Surabaya.

Mereka bergotong royong menciptakan suasana Idul Fitri yang tetap berkesan, meski tak mudik dengan saling berbagi kebahagiaan.

Salah satu kegiatan berbagi kebahagiaan itu diinisiasi oleh Perkumpulan Dana Sosial Warga (DSW) RW VIII RMB yang ditujukan kepada petugas keamanan petugas kebersihan, tukang parkir, tukang rombeng dan pemulung.

Mereka yang kebanyakan adalah warga non Surabaya, diminta agar betah dan patuh akan larangan mudik pemerintah.

Selain itu, pengurus kampung juga membagikan parcel lebaran dan uang tunjangan hari raya (THR) sebagai bentuk apresiasi pengurus kepada para petugas di lingkungan tersebut.

"Kami ingin memberikan kontribusi kebahagiaan pada teman-teman semua. Ini dari warga untuk warga. Kami semua harus saling berbahagia meski tidak pulang kampung. Kami ciptakan semarak kebahagiaan Idul Fitri kali ini dengan tidak mudik dulu," kata ketua DSW, Budi Santoso, Sabtu (8/5/2021).

Dalam kegiatan itu, Budi juga memberikan edukasi agar warga bisa legowo dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, yakni dampak virus Covid-19 jika nekat melakukan mudik lebaran.

"Ini merupakan kepentingan seluruh bangsa. Kami harus bisa merasa bahwa di manapun kita berada itu adalah kampung kita. Apalagi kondisinya masih pandemi seperti ini. Bisa jadi tertular atau bahkan menularkan," imbuhnya.

Wahyu P Kuswanda, salah satu warga kampung menyebutkan. jika kerinduan akan kamping halamannya di Yogyakarta itu sedikit terobati dengan inovasi pengurus RW kampung RMB itu.

Menurutnya, suasana kebersamaan seperti kampung halaman itu diciptakan sedemikian rupa sebagai wujud komitmen warga untuk tidak mudik dulu selama pandemi.

"Setidaknya dengan suasana begini sudah kayak di kampung saya. Rindu sedikit terobati," kata Wahyu.

Camat Gununganyar Surabaya, Maria Agustin yang turut hadir bersama Kapolsek
Rungkut, Kapolsek Gununganyar dan Danramil mengaku sangat terkesan dengan inovasi yang dilakukan warganya itu.

Ia berharap agar inovasi ini mampu menjalar dan jadi pilot project secara regional di seluruh kota Surabaya nantinya.

"Ini merupakan contoh yang baik. Bagaimana warga justru melakukan inovasi dan memaknai larangan mudik pemerintah ini sebagai misi kemanusiaan. Ini semata-mata agar pandemi ini segera bisa teratasi dengan baik. Dengan tidak mudik harapan kami tentu penyebaran mata rantai virus bisa terkontrol dengan baik. Inovasi ini bisa jadi contoh untuk daerah lainnya, khususnya di Surabaya," ujar Maria.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved