Breaking News:

Berita Surabaya

BPN Jatim Fasilitasi Penyelesaian Surat Ijo di Surabaya Hingga ke Tingkat Menteri

BPN Jatim siap memfasilitasi membantu dalam penyelesaian surat Ijo di Kota Surabaya hingga tingkat menteri.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Penghuni Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS), Moch Faried bersama perwakilan warga Surat Ijo Surabaya saat beraudiensi dengan Kakanwil BPN Jatim, Jonahar pada Kamis (6/5/2021). 

P2TSIS menyebut, bahwa langkah yang diambil Kakanwil BPN Jatim sangat membantu menyelesaikan surat Ijo. Mereka pun mempersembahkan buku berjudul
"Arek Suroboyo Menggugat, Mengakhiri Praktik Persewaan Tanah Negara di Surabaya".

Hasil kajian P2TSIS, saat ini tedapat tanah negara bebas. Yakni dari Tanah Partikelir tuan tanah atau pribadi dan badan usaha di zaman Belanda. Mestinya mereka mengurus ke pusat bukan ke pemkot.

Saat ini tanah negara bebas itu tersebar di pusat Kota Surabaya. Yang paling banyak di Ngagel. Termasuk juga Kampung Londo, di Kampung Peneleh.
Surat Ijo lain adalah tanah Pemkot Surabaya dari tanah kas desa. Atau Tanah Pembelian dari APBD yang belum dimanfaatkan.

Hason Sitorus, Ketua RW 06 Kampung Londo, Kelurahan Peneleh, menjelaskan bahwa surat Ijo di wilayahnya berdekatan dengan Makam Belanda di Kelurahan Peneleh. Ada sekitar 162 Persil dari Eigendom dan partikelir.

Saat ini tanah peninggalan iti difungsikan jadi rumah dan bangunan. "Saya berharap segera ada penyelesian surat Ijo. Kalau bisa menjadi hak milik. Kami selama ini membayar PBB. Tapi juga membayar IPT. Jadi bayar ganda," kata Hason.

Tanah Surat Ijo adalah tanah peninggalan Belanda yang diakui sebagai aset Pemkot Surabaya. Ada 46.815 persil yang dialihfungsikan menjadi lahan bangunan. Baik rumah, usaha dan fasilitas lain.

Pemkot menerbitkan Perwali atas aset tersebut. Anehnya warga yang menempati selain membayar pajak PBB juga harus membayar retribusi ijin pemakaian tanah (IPT).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved