Breaking News:

Berita Malang Raya

Bangunan Liar di Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi Kabupaten Malang Dibongkar PT KAI

Penertiban bangunan liar ini dilakukan karena, dibangun di lahan milik PT KAI tanpa ada kontrak kerja sama pemanfaatan lahan.

Foto Istimewa PT KAI Daop 8 Surabaya
Bangunan liar yang terletak di Desa Gondanglegi Wetan, Kabupaten dibongkar oleh PT KAI. Pembongkaran tersebut dilakukan, karena bangunan tersebut berdiri tanpa izin di lahan milik PT KAI, Sabtu (8/5/2021). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Bangunan liar yang terletak di di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang dibongkar oleh PT KAI, Sabtu (8/5/2021).

Bangunan yang sebelumnya merupakan eks lokalisasi Girun tersebut dibongkar oleh Tim Penertiban Aset PT KAI Daop 8 bersama Satpol PP, TNI, Polisi, Dinas PU, Dinas Cipta Karya, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, PLN, dan Perangkat Desa Setempat.

Sebanyak 23 bangunan liar dengan luas aset kurang lebih 2.600 m persegi ditertibkan oleh tim gabungan yang berjumlah 350 personil.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, penertiban bangunan liar ini dilakukan karena, dibangun di lahan milik PT KAI tanpa ada kontrak kerja sama pemanfaatan lahan.

"Selain tidak ada kerjasama, bangunan ini juga digunakan sebagai tempat prostitusi. Jadi terpaksa kami bongkar meski berada di lintas non operasi atau jalur non aktif," ucapnya.

Sebelum dilaksanakannya penertiban, PT KAI sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada penghuni yang menempati bangunan liar tersebut.

Baca juga: Kapolda Jatim Datangi Pos Penyekatan Jembatan Suramadu, Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

Proses penertiban pun berjalan lancar dan tidak ada penolakan, karena PT KAI bersama Muspika Gondanglegi telah melakukan sosialisasi tersebut kepada penghuni.

"Kami sudah berikan Surat Peringatan (SP) sampai SP3 kepada pemilik bangunan terkait kegiatan penertiban ini. Kami juga kordinasi dengan masyarakat sekitar, dikatakan sangat meresahkan dan menganggu ketentraman dan ketertiban umum juga melanggar norma sosial serta agama. Masyarakat mendukung upaya kami. Ini juga salah satu upaya mewujudkan Kecamatan Gondanglegi menuju kota santri," ucapnya.

Saat pembongkaran, satu persatu bangunan langsung dirobohkan, baik itu bangunan lama maupun bangunan baru.

Bangunan tersebut juga sudah dikosongkan. Hanya terlihat beberapa perabot seperti lemari yang sepertinya sengaja ditinggal oleh pemiliknya.

Sejumlah bangunan juga terlihat sudah ada yang dibongkar sendiri oleh pemilik.

"Ini tadi langsung kami bongkar. Prinsipnya, mereka (pemilik bangunan) membangun tanpa izin. Jadi harus kami bongkar karena lahan ini milik PT KAI," ucapnya.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, eks lokalisasi Girun sebelumnya sudah pernah secara resmi ditutup pada tahun 2017. Namun ternyata, praktik bisnis esek-esek masih ditemui.

"Kami sudah memperingatkan berkali-kali kepada penghuni. Dan baru hari ini akhirnya kami dapat membongkarnya," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved