Breaking News:

Berita Tulungagung

Pembudidaya Ikan  Patin di Tulungagung Terlanjur Patah Semangat, Pabrik Pengelola Ikut Terdampak

Kini pabrik kesulitan mendapatkan ikan, karena tidak banyak yang memelihara ikan patin.

surya.co.id/david yohanes
Ikan patin hasil budidaya di Tulungagung. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Para pembudidaya ikan patin di Tulungagung banyak yang beralih ke ikan hias.

Mereka yang bertahan, banyak yang memilih beralih ke ikan lele.

Hal ini diungkapkan salah satu pengusaha perikanan konsumsi, Tatang Suhartono.

Menurut Tatang, pandemi  virus corona selama setahun terakhir sangat menekan pembudidaya ikan patin.

Akibatnya di saat situasi mulai normal, tidak  banyak produk ikan patin dari para pembudidaya.

“Sekarang harganya sudah bagus,  Rp 16.500 sampai Rp 16.700 per kilogram. Tapi barangnya tidak ada,” ungkap Tatang yang melayani penjualan ke seluruh Indonesia ini.

Tatang mengungkapkan, produk patin di Tulungagung 80 persen diserap oleh industri, seperti daging fillet.

Namun kini pabrik kesulitan mendapatkan ikan, karena tidak banyak yang memelihara ikan patin.

Jika pun ada barang, harganya sudah terlalu tinggi untuk ukuran industri.

“Sekarang justru pabriknya yang terpukul, sementara petani (pembudidaya patin) bertahan dengan beralih ke jenis ikan lain,” sambung Tatang.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved