Breaking News:

Berita Kediri

Kota Kediri Masih Oranye, Warga Diminta Gelar Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-Masing

Setelah adanya aturan baru tentang larangan mudik, pelaksanaan shalat Idul Fitri terbuka di Kota Kediri kemungkinan juga dilarang.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Pejabat Forkopimda Kota Kediri dan tokoh agama berdiskusi untuk mengambil kebijakan pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri 1422 Hijriyah di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Jumat (7/5/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Ketakutan terjadinya ledakan kasus Covid-19 seperti di India, benar-benar memaksa pemerintah membuat kebijakan cepat. Setelah adanya aturan baru tentang larangan mudik di wilayah aglomerasi, pelaksanaan shalat Idul Fitri terbuka di Kota Kediri kemungkinan juga dilarang.

Pelarangan shalat Idul Fitri di masjid-masjid atau tempat terbuka karena dikhawatirkan menjadi klaster penularan baru itu, dibahas pejabat Forkopimda Kota Kediri dan tokoh agama di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Jumat (7/5/2021).

Status Kota Kediri yang masih berada di zona oranye resiko penularan Covid-19, menjadi pertimbangan. Juga adanya Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 di Saat Pandemi Covid, maka pelaksanaannya di rumah saja.

Sedangkan pelaksanaan takbir keliling ditiadakan, takbiran dapat dilakukan di masjid dan mushala secara terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas dan memperhatikan protokol kesehatan ketat, serta disiarkan secara virtual.

Selain itu tidak diperbolehkan menggelar open house maupun halal bi halal di lingkungan kantor maupun komunitas. Silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar juga mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Karena saat ini masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Kediri.

Meskipun tidak banyak namun harus tetap diwaspadai. “Kota Kediri kondisinya sama seperti awal pandemi Covid-19. Penambahan kasus aktifnya berkisar 1 sampai 3 kasus tiap hari. Kalau setelah libur atau 14 hari setelah libur pasti angkanya melonjak," ujar Abu Bakar.

Contohnya setelah hari libur panjang tahun lalu penambahannya menjadi 13, 15, 18 kasus yang tercatat setiap harinya. "Saya mohon dukungan dan bantuan Pak Kapolres, Pak Dandim dan ulama untuk membantu Kota Kediri supaya bisa mengikuti petunjuk dari pusat sehingga kita bisa ngerem. Jangan sampai kejadian di India terulang di Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan, dibanding tahun lalu saat ini penyebaran Covid-19 sudah meluas. Untuk itu Pemkot Kediri terus melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus. Pemkot juga melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki zona agar ekonomi tetap berjalan.

“Kalau kita jaga bersama-sama maka Insya Allah angkanya datar-datar saja dan tidak terjadi lonjakan kasus. Lalu Pemkot Kediri juga fokus menangani kepulangan pekerja migran," jelasnya.

Sekarang di setiap kelurahan ada tempat karantina untuk pekerja migran. PPKM mikro yang ada di kelurahan sudah berjalan bagus. "Kami mohon anjuran ini juga dijalankan. Karena kalau semua bisa berjalan, Insya Allah kita bisa mengantisipasi dan memperkecil penyebaran virus Covid-19,” jelasnya.

Sementara Kapolresta Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, semua pihak harus bersama-sama menjaga agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 di Kota Kediri. Kepulangan pekerja migran juga menjadi fokus Forkopimda Kota Kediri. Apalagi menurut data sekitar 15.000 pekerja migran akan kembali ke Jawa Timur.

“Untuk SE ini baru terbit 6 Mei, sehingga ada ketentuan apa saja yang boleh dilakukan tergantung zonanya. Untuk kita sementara Shalat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing karena Kota Kediri masih berada di zona oranye," jelas Eko.

Sebenarnya di Kota Kediri sudah ditekan penyebarannya dan untuk ke zona kuning kurang sedikit lagi. "Kami terima kasih sekali kepada para ulama yang mendukung Forkopimda Kota Kediri untuk melakukan apa yang telah menjadi aturan pemerintah pusat. Kita harus benar-benar antisipasi semuanya,” ujarnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved