Breaking News:

Berita Tuban

Travel Gelap Tujuan Malang Terjaring Penyekatan di Perbatasan Jatim - Jateng, Begini Nasib Penumpang

Travel gelap nopol DK 7412 FC berpenumpang empat orang tersebut menurunkan dua penumpang di wilayah Tuban, satu di Tulungagung dan satu di Malang.

Istimewa/Humas Polres Tuban
Petugas gabungan saat mengamankan travel gelap yang nekat membawa penumpang mudik di Pos Perbatasan Jateng-Jatim, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kamis (6/5/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Petugas gabungan yang melaksanakan penyekatan di Pos Perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, mengamankan satu unit mobil travel pada hari pertama pelarangan mudik, Kamis (6/5/2021), sekitar pukul 10.00 WIB.

Travel gelap nopol DK 7412 FC berpenumpang empat orang tersebut menurunkan dua penumpang di wilayah Tuban, satu di Kabupaten Tulungagung dan satu di Malang.

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono mengatakan, pengemudi travel, Iqbal Fladirico (23) sudah mengetahui terkait pelarangan mudik namun ia tetap nekat masuk wilayah Tuban dari arah Rembang, Jawa Tengah.

Selanjutnya sopir dilakukan rapid tes hasilnya reaktif dan dibawa menuju Stadion Bumi Wali untuk dilakukan swab tes, jika hasilnya positif maka akan dikarantina.

"Kalau hasil swab positif akan kami karantina, sopir sudah tahu kalau ada pelarangan mudik," ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, untuk dua penumpang asal Kecamatan Tambakboyo, Tuban, telah dikoordinasikan dengan satgas covid-19 kecamatan setempat untuk melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan.

Sementara dua penumpang atas nama Thuris Tiawanto Dwi (24) dengan tujuan Tulungagung serta Septia Galih Bharianto (23) tujuan Malang dikembalikan ke Rembang tempat awal yang bersangkutan berangkat.

Sedangkan untuk armada travel yang jelas melanggar ini akan dilakukan penilangan, lalu diamankan dan disidangkan setelah lebaran.

"Untuk yang dari Tambakboyo akan dikarantina, sedangkan dua penumpang tujuan tulungagung dan Malang kita kembalikan ke Rembang," pungkasnya.

Sementara itu, sopir travel, Iqbal Fladirico (23) menyatakan sudah mengetahui bahwa telah berlaku pelarangan mudik oleh pemerintah mulai 6-17 Mei 2021.

Ia tidak bisa berkata banyak dan hanya menyesali langkahnya yang sudah nekat melawan aturan pelarangan mudik, dengan menerobos masuk Tuban.

"Saya mohon maaf sudah masuk Tuban saat pelarangan mudik berlangsung, saya mengaku salah," sesalnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved