Breaking News:

Berita Tulungagung

Tidak Tahu Bus Berhenti Beropersi, Calon Penumpang di Tulungagung Terpaksa Balik Pulang

Di hari terakhir sebelum diberlakukan pembatasan, Rabu (5/5/2021) jumlah bus yang datang hanya 173 bus dengan 963 penumpang.

surya/david yohanes
Seorang petugas kebersihan menyapu di lajur keberangkatan Terminal Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Seorang petugas kebersihan tengah menyapu lintasan pemberangkatan bus di Terminal Tipe A2 Gayatri Tulungagung. Terminal bus antar kota yang biasanya selalu ramai, hari ini, Kamis (6/5/2021) menjadi sepi.

Situasi ini sebagai dampak pembatasan operasional otobus (PO) selama 6-17 Mei 2021. Padahal setiap hari bus datang dan berangkat lalu-lalang silih berganti. Dan Kamis (6/5/2021), hanya ada satu bus yang tetap jalan, yaitu Damri trayek Tulungagung-Ponorogo.

Bus ini bukan bus reguler, melainkan bus rintisan lewat jalur pegunungan Wilis. “Itu bus rintisan yang tetap jalan seperti biasa. Setiap hari hanya dua kali jalan,” ujar Korsatpel Terminal Tipe A2 Gayatri Tulungagung, Kementerian Perhubungan RI, Dukut Siswantoyo.

Dan ternyata informasi mengenai awal pelarangan mudik belum diketahui semua orang. Kemarin masih ada sejumlah calon penumpang yang belum tahu soal penghentian operasional bus di Terminal Gayatri. Mereka akhirnya terpaksa balik kanan setelah mendapat penjelasan dari petugas.

Menurut Dukut, bus terakhir yang datang di Terminal Gayatri adalah Bus Bagong, pada pukul 03.00 WIB. "Dan itu bus yang berangkat dari Surabaya sebelum pembatasan operasional diberlakukan,” sambung Dukut.

Sebenarnya bus tetap bisa beroperasi, namun hanya yang sudah punya stiker khusus. Stiker ini sebagai pengecualian, karena ada kepentingan khusus. Untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), stiker diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Sedangkan stiker untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) diterbitkan Dinas Perhubungan Provinsi. Jika ada bus yang beroperasi tanpa stiker ini, maka akan dihentikan dan penumpangnya diminta turun.

Namun jika tidak masuk terminal, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. “Sekitar 60 persen penumpang naik di luar terminal. Karena itu butuh kerja sama jika ada bus yang masih beroperasi,” ucap Dukut.

Di hari terakhir sebelum diberlakukan pembatasan, Rabu (5/5/2021) jumlah bus yang datang hanya 173 bus dengan 963 penumpang. Sedangkan yang berangkat dari Terminal Tulungagung sebanyak 106 bus dengan 741 penumpang.

Namun sudah terjadi kenaikan kedatangan pada 30 April 2021, dengan 278 kedatangan dan membawa 1.673 penumpang. Sedangkan bus yang berangkat ada 196 unit dan membawa 1.596 penumpang.

Diduga warga banyak yang mudik sebelum pemberlakuan pembatasan. Sedangkan puncak mudik terjadi pada 1 Mei 2021 lalu, dengan 284 bus datang dan 2003 penumpang. Sedangkan bus yang berangkat ada 202 unit, dengan membawa 1.759 penumpang. *****

Penulis: David Yohanes
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved