THR Pensiunan 2021, PNS dan TNI-Polri Cair Tapi Sejumlah ASN Tak Puas, Begini Tanggapan Istana

THR pensiunan 2021, PNS dan anggota TNI-Polri cair tapi sejumlah ASN merasa tak puas dengan besarannya. Ini tanggapan Kepala Staf Kepresidenan

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi THR Pensiunan 2021, PNS dan TNI-Polri. Cair Tapi Sejumlah ASN Tak Puas 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - THR pensiunan 2021, PNS dan anggota TNI-Polri cair tapi sejumlah ASN merasa tak puas dengan besarannya.

Pihak istana melalui Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S Sulendrakusuma menanggapi hal itu.

Diketahui, besaran THR pensiunan 2021, PNS dan anggota TNI-Polri membuat sejumlah ASN merasa tak puas.

Kekecewaan sejumlah PNS ini muncul setelah pemerintah mengumumkan pemangkasan besaran THR PNS 2021 dengan jumlah yang cukup besar.

Mereka kemudian memberikan dukungan sebuah petisi online yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Baca juga: Besaran THR Pensiunan 2021, PNS dan TNI-Polri Bikin Sejumlah ASN Tak Puas, ini Jawaban Mendagri

Baca juga: Update Terbaru THR Pensiunan 2021, PNS dan TNI-Polri, Sejumlah ASN Kecewa dengan Besaran THR 2021

Panutan menyampaikan, pemerintah melihat petisi online THR ASN 2021 secara proporsional.

Di satu sisi, itu merupakan bagian dari demokrasi, serta menjadi masukan bagi pemerintah.

“Kita hormati itu. Akan tetapi, di sisi lain, kita memang tidak bisa memuaskan keinginan semua orang, dalam hal ini ASN,” imbuh dia.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Istana Bantah Isu Perbedaan Pendapat Jokowi dan Sri Mulyani Soal THR'

Sebelumnya, Sri Mulyani secara jelas sudah menyampaikan alasan dan pertimbangan yang melandasi ketentuan tentang besaran THR bagi ASN.

Panutan pun mengatakan, untuk situasi keuangan negara seperti saat ini, kurang bijak dan realistis bila ASN meminta besaran THR 2021 seperti tahun 2019 lalu.

“Tapi kalau ada yang tidak puas atau kecewa, kita bisa mengerti.

Tapi kalau tuntutannya adalah THR seperti tahun 2019 (sebelum Covid-19), itu kurang bijak dan kurang realistis,” ujar Panutan.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved