Breaking News:

Berita Lamongan

Minta Doa Ulama, Bupati Lamongan Tetap Dorong Kebangkitan Ekonomi saat Pandemi

Silaturrahim dengan ulama itu pun dimanfaatkan Yuhronur untuk menitipkan pesan agar mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

surya/hanif manshuri
Silaturrahim Bupati Lamongan, Yuhronur Efedi dengan ulama dan umara di Pendopo Lokatantra, Kamis (6/5/2021) petang. 

SURYA.CO,ID, LAMONGAN - Ketika sedang memacu maksimal ekonomi rakyat di tengah pandemi, munculnya larangan mudik seperti menjadi tamparan keras. Tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara masif, Pemkab Lamongan tetap berjuang mendorong kebangkitan ekonomi itu.

Dijelaskan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, sebenarnya imbauan pemerintah untuk tidak mudik Lebaran harus menjadi perhatian dan ditaati. Imbauan itu sangat penting, karena Covid-19 masih meluas.

"Larangan tidak mudik, sejatinya untuk kebaikan bersama, melindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar agar tidak ada penyebaran Covid-19," kata Yuhronur dalam acara silaturrahim Ulama dan Umara di Pendopo Lokatantra, Kamis (6/5/2021).

Silaturrahim dengan ulama itu pun dimanfaatkan Yuhronur untuk menitipkan pesan agar mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya mengajak para ulama dan umara meneruskan pesan kepada masyarakat Lamongan agar tetap menjaga protokol Kesehatan, terutama di bulan Ramadhan da mendekati lebaran, " pinta Yuhronur.

Dan dengan menjaga masyarakat agar tetap sehat tanpa harus mudik dan terpapar Covid-19, maka aktivitas perekonomian akan tetap berjalan. "Sekarang memang masa sangat sulit dan kontradiktif dengan program kebangkitan ekonomi masyarakat di masa pandemi," aku Yuhronur.

Karena itu, harus bisa memainkan gas dan rem dengan seimbang, tetap dapat menggairahkan perekonomian demi kesejahteraan masyarakat namun harus tetap memperhatikan protokol Kesehatan.

Saat ini Pemkab Lamongan sedang memacu kebangkitan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di masa pandemi ini. "Pada 2019 pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 5,5 persen sedangkan pada 2020 turun menjadi 2,65 persen, " ungkapnya.

Saat ini Lamongan berada di zona kuning, di mana masih terdapat 21 pasien aktif. Pekerja migran yang datang sudah dikarantina di Rusunawa, dan sudah diperbolehkan pulang.

Dengan peran para ulama, Yuhronur berharap upaya melindungi masyarakat dari wabah bisa tercapai. Selanjutnya program-program pembangunan juga tetap berjalan. “Saya meminta doa para ulama dan umara agar pelaksanaan program-program di Lamongan dapat terealisasi dengan baik, " pintanya.

Ia menyadari, tanpa doa dan dukungan masyarakat Lamongan, apa yang menjadi visi dan misinya untuk Lamongan tidak akan bisa dilakukan. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved