Breaking News:

Berita Trenggalek

Hari Pertama Penyekatan Larangan Mudik di Trenggalek, Petugas Temukan Mobil Muat Ratusan Botol Arjo

Arak jowo tersebut rencananya akan dibawa ke Kabupaten Tulungagung, diangkut dari Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo.

Istimewa/Polres Trenggalek
Polisi menghentikan mobil yang mengangkut ratusan botol arak jowo saat pengemudinya melintas di titik penyekatan larangan mudik di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, Kamis (6/5/2021) dini hari. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Penyekatan jalan nasional saat larangan mudik Lebaran di perbatasan Trenggalek – Ponorogo di Kecamatan Tugu telah dimulai, Kamis (6/5/2021) dini hari.

Kurang dari satu jam sejak penyekatan dimulai, petugas menemukan mobil jenis minibus yang mengangkut ratusan botol minuman keras berjenis arak jowo (Arjo).

Kepala Pos Pam Check Point Rayon IV Perbatasan Trenggalek – Ponorogo, AKP Supadi menjelaskan, temuan mobil yang mengangkut arak jowo itu berlangsung kurang dari satu jam setelah penyekatan dimulai.

Mobil itu dikemudikan oleh FR (27), warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Selain FR, satu penumpang lain di mobil berkelir putih itu adalah EP (46) yang beralamat KTP Kota Batam.

Sebanyak 20 kardus berisi arak jowo diangkut di kursi tengah dan bagasi belakang mobil. Jumlah total arak jowo yang ditemukan petugas sebanyak 271 botol ukuran 1,5 liter.

Menurut Supadi, miras tersebut rencananya akan dibawa ke Kabupaten Tulungagung. Arak jowo itu diangkut dari Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo.

“Setelah kami mendapati bahwa ada mobil yang mengangkut miras, saat itu juga kendaraan, pelaku, dan muatan kami amankan di kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Supadi, saat dikonfirmasi.

Untuk saat ini, seluruh barang bukti telah dipindahkan dari Polsek Tugu ke Mapolres Trenggalek. Kasus temuan itu juga telah dilimpahkan dari Polsek ke Sat Sabhara untuk diproses lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga memutarbalikkan kendaraan yang pengendaranya hendak mudik menuju atau melewati Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan catatan polisi hingga Kamis pagi, ada 7 kendaraan penumpang yang telah diminta putar balik menuju daerah asal.

Para pengemudi kendaraan itu tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk perjalanan nonmudik. Seperti surat tugas dan surat hasil pemeriksaan Covid-19.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved