Larangan Mudik Lebaran 2021
Hari Pertama Larangan Mudik Lebaran 2021, Stasiun Jember Sepi Penumpang
Jumlah penumpang KA Sritanjung dan Probowangi yang berangkat dari Stasiun Jember bisa dihitung dengan jari.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, JEMBER - Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Jember berkurang banyak di hari pertama pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021, Kamis (6/5/2021).
Dari pantauan SURYA.co.id, jumlah penumpang KA Sritanjung dan Probowangi yang berangkat dari Stasiun Jember bisa dihitung dengan jari.
Jumlah penumpang KA Sritanjung dari Stasiun Jember sebanyak 13 orang.
Sedangkan KA Probowangi sebanyak empat orang dan KA Tawangalun sebanyak 11 orang.
Petugas Stasiun Jember memeriksa syarat perjalanan penumpang KA di hari pertama pemberlakukan larangan mudik.
Petugas mengecek surat tugas dan hasil pemeriksaan status Covid-19.
Baca juga: Diduga Angkut Pemudik, Mobil Pelat N Disuruh Putar Balik di Pos Penyekatan Udanawu Blitar
"Karena memang perjalanan pada tanggal 6 - 17 Mei bukan perjalanan mudik, namun non mudik. Seperti perjalanan dinas yang dibuktikan dengan surat tugas, atau kepentingan mendesak yang dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah atau kepala desa," ujar Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra kepada SURYA.co.id.
Jika dibandingkan dengan tanggal 5 Mei 2021, jumlah penumpang KA memang sangat menurun.
Pada 5 Mei 2021, jumlah penumpang keberangkatan dari Stasiun Jember sebanyak 256 orang.
"Rata-rata penumpang KA Sritanjung per hari mulai tanggal 1-5 Mei yang berangkat dari Stasiun Jember ada 200 orang," imbuh Radhit.
Radhit menegaskan, PT KAI Daop 9 Jember mendukung kebijakan pemerintah yang melarang mudik pada periode 6-17 Mei 2021.
Karenanya, pihaknya juga memberlakukan peraturan secara tegas.
Sementara itu, seorang penumpag KA Sritanjung Wahyu Puja mengatakan dirinya tidak keberatan membawa surat tugas.
"Karena memang saya dalam rangka kerja. Saya sales kerja di Jember, dan kantor di Surabaya. Besok Sabtu kebetulan ada rapat laporan hasil penjualan, sebelum libur Lebaran. Jadi saya ke Surabaya memang untuk bekerja," ujar Wahyu.
Dirinya yang harus wira-wiri Jember-Surabaya sejak pekan kemarin telah mengajukan permintaan surat tugas itu ke kantornya.
Dia juga secara rutin memeriksakan status Covidnya melalui tes Genose saat hendak naik kereta api.
"Ini kebijakan pemerintah, ya saya ikuti saja. Dalam bekerja, saya juga harus menerapkan protokol kesehatan karena pekerjaan saya kan juga rentan," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/suasana-stasiun-jember-yang-sepi-penumpang-di-hari-pertama-larangan-mudik.jpg)