Breaking News:

Berita Surabaya

Hari Ini Presiden Jokowi Resmikan Pengolah Sampah Jadi Listrik di Kota Surabaya, Terbesar Nasional

Presiden Jokowi akan meresmikan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkot Surabaya
Suasana Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya. 

Nantinya, listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah menjadi kewenangan Perusahaan Listrik Negara (PLN). PT Sumber Organik juga bekerjasama dengan PLN.

Sementara pemkot bekerjasama dengan PT Sumber Organik dengan konsep 'Bangun Guna Serah' (Built Operate and Transfer). Durasinya selama 20 tahun.

"Jadi nanti tahun ke 20 atau di tahun 2032, semua (alat) ini menjadi milik pemkot dengan kondisi 85 persen. Artinya, mesinnya, semua peralatan pengolahan sampah ini dalam kondisi baik dan menghasilkan listrik dalam kondisi baik," urai dia.

Anna lantas menjelaskan bagaimana metode Gasification Power Plant ini mampu mengolah sampah menjadi listrik.

Pertama, sampah yang telah ditimbang akan dimasukkan Waste Pit atau proses pemilahan.

Kemudian, sampah itu diayak menggunakan crane seperti capit dan dimasukkan ke dalam Boiler. Nah, di dalam Boiler itulah proses pembakaran dilakukan.

Metode ini pun terbilang lebih cepat dibanding sebelumnya (Landfill Gas Power Plant). Menggunakan Gasification, per hari minimal 1000 ton sampah yang diolah menjadi listrik.

Mesin ini bekerja selama 24 jam tidak berhenti.

"Dalam 1 tahun itu ada beberapa hari masa pemeliharaan. Saat itu mesin berhenti tidak beroperasi sama sekali," kata Anna.

Saat ini, Anna menyebut, sampah yang dihasilkan Kota Surabaya mencapai sekitar 1.500 ton per hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved