Breaking News:

Dongkrak Penggunaan EBT, PLN Co-firing Biomassa di 8 PLTU

PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 23 persen (GW) pada tahun 2025.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Istimewa/PLN
Penggunaan serbuk kayu sebagai bahan baku untuk EBT bagi PLTU telah diujicobakan PLN untuk menambah target penggunaan EBT sebesar 23 persen di tahun 2025. 

Parameter operasional peralatan tetap aman selama masa ujicoba dan emisi yang dihasilkan masih dibawah Baku Mutu Emis sesuai Permen KLHK No. 15 Tahun 2019.

"Setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan ujicoba co-firing ini, PLTU Pacitan telah melanjutkan co-firing ke tahap komersil pada tanggal 7 Desember 2020, sehingga dapat mendukung secara penuh Program Transformasi PLN dalam aspek Green,” ungkap Agung.

Pembangkit EBT menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan. Gas Rumah Kaca (GRK) dan polutan seperti SO2, NOx, particulate matter, serta merkuri yang dihasilkan energi baru terbarukan lebih kecil dibandingkan energi fossil.

Penelitian ilmiah membuktikan, bahwa GRK berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim, sedangkan polutan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Pengoperasian pembangkit EBT menjadi salah satu solusi dalam mengurangi dampak negatif tersebut.

"PLN akan terus berkomitmen untuk mendukung penuh penggunaan energi yang ramah lingkungan guna membantu menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," tandas Agung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved