Hikmah Ramadan 2021

Sekretaris MUI Jawa Timur Dr H M Hasan Ubaidillah, MSi: Puasaku, Puasamu, Puasa Kita

Ramadhan 1442 H akan segera berlalu, tetapi aku masih sibuk dengan berbagai urusan-dunia. Bekerja keras mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan.

Editor: Parmin
Foto: mui jatim
Dr H M Hasan Ubaidillah MSi, Sekretaris MUI Jawa Timur. 

Refleksi Spiritual dan Sosial Menjelang Senja Ramadan 1442 H

WAKTU berlalu demikian cepat, tak terasa Ramadhan 1442 H yang kita jalani saat ini hampir mendekati purna.

Akan tetapi sudahkan kita melakukan muhasabah terhadap amaliyah yang kita lakukan sehingga layak untuk mendapatkan predikat muttaqin atau orag yang bertakwa?

Ini adalah sebuah predikat paling bergengsi di hadapan Allah SWT yang disematkan kepada hambanya yang beriman dan sukses dalam berpuasa, sehingga mendapatkan kemenangan. Janji Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapatkan kemenangan (QS. An-Naba’: 31).

Kemenangan yang dimaksud dalam ayat tersebut menurut para ahli tafsir adalah tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Untuk mengetahui apakah pradikat muttaqin tersebut kita peroleh, maka mari bermuhasabah terhadap puasa yang kita lakukan.

Puasaku
Ramadhan 1442 H akan segera berlalu, akan tetapi aku masih sibuk dengan berbagai urusan-dunia. Bekerja keras mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga agar tidak kekurangan tanpa mengenal waktu.

Terlebih lebaran semakin mendekat, ditambah situasi perekonomian juga masih sekarat akibat Covid-19, sehingga aku harus memutar otakku untuk mendapatkan penghasilan yang cukup sebagai bekal lebaran.

Hal inilah yang membuat aku lupa bahwa bulan ini adalah bulan yang istimewa, dimana Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya, membuka lebar pintu ampunan-Nya serta mengobral pahala dengan melipatgandakan pahala amal perbuatan yang kita lakukan.

Anugerah Allah SWT berupa Iming-iming obral pahala ternyata kadang tidak membat aku tertarik untuk melakukan ibadah dengan maksimal dan bersedekah dengan optimal.

Buktinya ketika menunaikan shalat fardhu saja, baik shalat subuh, dzuhur, ashar, magrib maupun isyak, masih sama sebagaimana pada hari dan bulan di luar Ramadhan.

Kadang terlalaikan bahkan terlupakan akibat sibuk dengan pekerjaan dan kelelahan setelah bekerja.

Shalat sunnah seperti Tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan juga demikian. Kadang dilakukan dan lebih sering
ditinggalkan, begitu juga dengan shalat malam (qiyam al-lail) maupun tadarus al-Qur’an.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved