Breaking News:

Berita Trenggalek

Puluhan Pekerja Migran Sudah Sampai di Trenggalek, Dijemput Disperinakar ke Surabaya

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek telah dijemput oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinakar) setempat.

Istimewa/Disperinaker Trenggalek
Penjemputan PMI asal Kabupaten Trenggalek di Surabaya. Puluhan PMI kini sudah sampai di kampung halamannya. 

SURYA.CO.ID - Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek telah dijemput oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinakar) setempat.

Secara bertahap, mereka dijemput dalam beberapa gelombang setelah menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo di Surabaya selama dua hari.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Kabupaten Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek Suparman mengatakan, pihaknya telah enam kali menjemput para PMI yang sudah menjalani tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) itu.

"Kami mulai menjemput mereka tanggal 30 Maret. Itu setiap hari sampai hari ini," kata Suparman, Rabu (5/5/2021).

Pada 30 Maret lalu, jumlah PMI yang dijemput sebanyak 3 orang. Kemudian secara berurutan tiap sehari menjemput 4 orang, 12 orang, 13 orang, dan 10 orang.

"Hari ini kami akan menjemput 10 orang lain. Sehingga totalnya 42 PMI yang sudah kami jemput," kata dia.

Sesuai aturan, para PMI akan diisolasi di Hotel Prigi di Kecamatan Watulimo selama tiga hari. Setelah itu, mereka akan kembali dites usap PCR.

Apabila hasil tes usapnya negatif, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Untuk kepulangan ini, mereka biasanya dijemput oleh para kerabat.

Sementara bila hasil tes usap positif, PMI yang bersangkutan akan dirawat di rumah sakit darurat atau Asrama Covid-19 (Ascov) milik pemkab.

Soal tes usap lanjutan ini, pihaknya mengakui belum mengetahui hasil pastinya.

"Tugas kami sampai di penjemputan. Setelah di tempat isolasi, wewenangnya berpindah ke Dinas Kesehatan," ungkap dia.

Menurut Suparman, para PMI yang balik ke Trenggalek mayoritas adalah mereka yang kontrak kerjanya habis.

Sementara itu, ia mengaku belum tahu pasti jumlah PMI asal Kabupaten Trenggalek yang akan pulang kampung pada Lebaran tahun ini.

"Kami menerima informasi, hari ini adalah kloter kepulangan paling banyak. Tapi kami belum tahu berapa total yang dari Trenggalek. Untuk yang datang hari ini pun, kami baru akan menjemput setelah isolasi di Surabaya selesai dan setelah hasil tes usap pertamanya negatif," ujar dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved