Breaking News:

Berita Lumajang

Pekerja Migran Asal Lumajang Sudah Berdatangan, Satu Orang Positif Covid-19, Begini Pesan Kadinkes

Hampir dua pekan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang dari luar negeri mulai berdatangan, jumlahnya kini sudah mencapai 125 orang.

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Hampir dua pekan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang dari luar negeri mulai berdatangan di Kota Pisang. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya kini sudah mencapai 125 orang.

Di tengah kepulangan pekerja migran itu, ada kabar yang cukup menggegerkan. Seorang pekerja migran diketahui telah terpapar Covid-19. Pekerja migran itu merupakan seorang perempuan dari Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius memastikan seorang buruh migran yang terpapar Covid-19 saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara. Ia mengatakan, kondisi buruh migran itu dalam keadaan stabil.

"Keadaannya baik tidak ada gejala," kata dr Bayu, Rabu (5/5/2021).

Selain melakukan penangangan langsung terhadap buruh migran yang terpapar
Covid-19, pihaknya juga memastikan telah melakukan tracing terhadap semua rombongan buruh migran lainnya.

"Pekerja migran yang positif itu satu bus dengan 31 pekerja migran lainnya, sehingga saya meminta petugas puskesmas melakukan tracing terhadap semua," ujarnya.

Ia menjelaskan, tracing dilakukan dengan menggunakan tes cepat antigen. Jika hasilnya positif, maka akan dilanjutkan tes usap PCR.

"Besok semua hasilnya baru keluar," terang dr Bayu.

Pihaknya menginginkan, kejadian ini tidak ini tidak terulang kembali. Maka itu, ia berharap petugas pemeriksaan yang ada di Surabaya untuk lebih detail meneliti dokumen hasil pemeriksaan COVID-19 ketika pekerja migran masih berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

"Jadi ya harus detail jangan sampai hasil tes usap belum keluar tapi sudah diperbolehkan pulang," ujarnya.

Sementara itu, adanya kabar mengejutkan ini, dr Bayu pun berharap masyarakat tidak menyikapi hal ini dengan berlebihan.

Pihaknya menegaskan, para PMI tetap harus diperlakukan secara manusiawi, karena kepulangan mereka telah melewati prosedur yang sangat ketat.

"Setibanya di rumah mereka tidak boleh langsung ke luar untuk beraktivitas, melainkan wajib melakukan isolasi mandiri dan harus melakukan tes usap dan ketik hasilnya keluar meskipun hasilnya negatif mereka wajib melakukan isolasi mandiri 5 hari," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved