Breaking News:

Lebaran 2021

Operasi Ketupat 2021, 15.000 Petugas Gabungan Disiapkan Jaga Titik Penyekatan di Jatim

Para personil atau petugas jaga ini akan disiapkan di titik-titik penyekatan selama Operasi Ketupat 2021.

Foto Istimewa Humas Polda Jatim
Petugas gabungan saat jalani apel Operasi Ketupat di lapangan Mapolda Jatim 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berlokasi di Lapangan Mapolda Jatim, ribuan petugas gabungan disiapkan jelang pengamanan Operasi Ketupat 2021.

Sebanyak 15.212 personil gabungan diterjunkan.

Rinciannya, Polda Jatim 1.065 personil, 39 Polres Jajaran 9.381 personil, TNI 1.420 personil dan instansi terkait seperti; Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka hingga Jasa Raharja. Totalnya sebanyak 3.346 personil.

Para personil atau petugas jaga ini akan disiapkan di titik-titik penyekatan selama Operasi Ketupat 2021.

Mulai 6-17 Mei 2021. Adapun titik penyekatan itu tersebar di sembilan batas provinsi, 20 batas kabupaten/kota dan 45 pintu tol yang ada di Jatim.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengingatkan kepada semua kalangan untuk terus mematuhi peraturan pemerintah dengan tidak melakukan mudik.

Baca juga: Antisipasi Warga Nekat Mudik, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo Dirikan 5 Pos

Sebab, baru-baru ini kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami tren kenaikan sebesar 2,03 persen.

"Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya saat gelar Apel Pasukan Ops Ketupat 2021, Rabu (5/5/2021).

Masih kata Nico, apabila aktivitas itu tidak dikontrol dengan penyekatan, maka mobilisasi akan semakin tinggi.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik bisa tembus sampai 81 juta orang.

"Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik," katanya.

Oleh karena itu, Nico berharap kegiatan Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, petugas jaga diimbau mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis. Sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan.

"Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir ultimum remedium secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru," tegas Nico.

Karena, tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved