Breaking News:

Berita Madiun

Kepala Bapenda Diperiksa Bersama 19 Saksi, Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka Korupsi PBB P2

saat ini sudah ada 20 saksi yang sudah diperiksa termasuk Kepala Bapenda dan Sekretaris Bapenda, serta bagian operator

surya/rahardian bagus p
Kepala Kejaksaan Negeri Madiun, Agung Mardi Wibowo. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun akan segera menetapkan tersangka dalam kasus penyelewengan setoran dana pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) Kabupaten Madiun senilai Rp 9,2 miliar.

Hal itu disampaikan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madiun, Agung Mardi Wibowo saat dikonfirmasi, Rabu (5/5/2021). Kajari mengatakan, pihaknya sudah mengantongi dua calon tersangka dalam kasus ini.

"Ada dua orang yang mengakui telah menggunakan uang wajib pajak untuk keperluan pribadi. Yang jelas keterangannya seperti itu, namun kita lakukan pendalaman dulu, baru ditetapkan tersangka," kata Agung.

Agung menjelaskan, saat ini sudah ada 20 saksi yang sudah diperiksa termasuk Kepala Bapenda dan Sekretaris Bapenda, serta bagian operator yang mengetahui pembayaran data wajib pajak (WP).

Rencananya minggu depan, jaksa akan memanggil sejumlah WP yang sudah membayar pajak kepada petugas atau kolektor dari Bapenda.

"Kami akan panggil WP yang merasa sudah membayar kepada kolektor. Sebelum lebaran, mudah-mudahan pemeriksaan saksi bisa selesai. Kami juga sudah melayangkan surat ke inspektorat untuk audit dan semoga tidak terlalu lama kita tetapkan tersangka tentang tipikor," urai Agung.

Disampaikan pula, kalau hasil audit dari inspektorat sudah cukup, maka segera dilakukan penetapan tersangka. Agung menilai, kasus atau perkara ini tidaklah rumit, namun pihaknya harus tetap mengacu pada fakta dan alat bukti.

"Kalau sementara audit dari inspektorat sudah cukup, penetapan tersangka dilakukan setelah lebaran, tapi tidak akan lama. Perkara ini jelas dan terlihat. Tetapi kami tidak bisa sekonyong-konyong menetapkan tersangka, tanpa fakta dan alat bukti," jelasnya.

Agung mengatakan, saat ini kejari memang masih fokus melakukan penyidikan di satu wilayah, yakni Kecamatan Gemarang. Namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan kasus serupa di kecamatan lain.

"Dari Kecamatan Gemarang, seluruhnya ada tujuh desa. Tidak menutup kemungkinan nanti kecamatan lain, pokoknya kita terbuka, saya lebih suka kalau dipantau kita lakukan penyidikan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved