Breaking News:

Berita Tuban

H-1 Jelang Larangan Mudik, Penjagaan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng Diperketat

Polres Tuban melakukan pemeriksaan ketat kendaraan yang melintas di perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar

SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Mobil pribadi masuk Tuban dihentikan untuk diperiksa pada pengetatan H-1 larangan mudik di perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Rabu (5/5/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Suasana berbeda tampak di perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Rabu (5/5/2021) sore.

Petugas kepolisian Polres Tuban melakukan pemeriksaan ketat kendaraan yang masuk wilayah hukum setempat.

Kendaraan mobil pribadi maupun umumn dihentikan, dicek satu persatu baik pengemudi maupun penumpangnya dan ditanya terkait tujuan melintas.

"Ini hari terakhir pengetatan, kami cek kendaraan yang masuk wilayah Tuban ditanya tujuan ke mana," kata Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono di lokasi.

Perwira menengah itu menjelaskan, pengemudi maupun penumpang kendaraan luar kota memang dicek terkait keperluannya masuk wilayah Tuban.

Tak hanya itu, bahkan juga dilakukan cek suhu hingga rapid tes untuk deteksi covid-19.

Untuk saat ini, warga yang melintas Tuban dengan tujuan kabupaten/kota tertentu masih boleh melanjutkan perjalanan, karena masih berlaku pengetatan.

"Hari ini terakhir pengetatan, jadi masih boleh melanjutkan perjalanan. Kalau besok sudah pelarangan, jadi begitu ada pemudik masuk Tuban langsung kami minta balik lokasi semula," pungkasnya.

Sementara itu, pengemudi mobil MPV plat B, Kustomo mengaku, bertujuan ke Jember dari Cikarang.

Ia membawa empat keluarganya untuk pulang kampung, karena diminta oleh orang tuanya untuk pulang.

Meski dihentikan dan diperiksa, namun ia bersama rombongan masih dibolehkan melanjutkan perjalanan kembali.

"Boleh lanjut jalan ini, tadi sempat dites rapid juga," ucapnya sambil bergegas menuju mobil.

Sekadar diketahui, pemerintah telah menerbitkan adendum sebagai SE no 13 tahun 2021, menyikapi masyarakat yang memaksakan pulang lebih awal sebelum tenggat waktu larangan mudik, mulai tanggal 6 - 17 mei 2021.

SE tersebut mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved