Breaking News:

Berita Mojokerto

Dinkes Jatim Temukan Varian Baru Covid-19 dari Kongo di Mojokerto, Diketahui Sejak Februari

Mutasi virus corona dari Kongo dibawa oleh sekelompok WNI yang melakukan perjalanan dinas ke Afrika Selatan, salah satunya warga Kabupaten Mojokerto.

Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Beragam varietas mutasi Covid-19 telah ditemukan para peneliti di Surabaya.

Terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menemukan varian baru Covid-19 telah masuk di Indonesia dan ditemukan di Kabupaten Mojokerto. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana, mengatakan varian baru tersebut merupakan strain mutasi virus dari Kongo, Afrika Selatan.

Dikatakan Herlin, mutasi virus corona yang berasal dari Kongo ini dibawa oleh sekelompok WNI yang sempat melakukan perjalanan dinas ke Afrika Selatan, salah satunya merupakan warga berdomisili di Kabupaten Mojokerto.

" Yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Mojokerto dan telah kami tracing dan periksa semua orang yang berkontak erat, hasilnya hanya yang bersangkutan saja yang terinfeksi," ujar Herlin, Rabu (5/5/2021).

Pasien Covid-19 dengan mutasi baru dari Kongo ini merupakan orang tanpa gejala OTG. 

Herlin pun mengatakan bahwa pemeriksaan sequencing membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui keberadaan strain mutasi.

"Kasus ini telah diketahui sejak Februari lalu bahwa ada sekelompok WNI yang baru saja tiba dari Kongo, segera kami lakukan pemeriksaan sequence dan hasilnya baru keluar pada April kemarin, dan temukan satu yang terpapar mutasi baru," terang Herlin.

Untuk menghindari kasus serupa terjadi, Herlin menegaskan bahwa saat ini telah dilakukan pemeriksaan rangkap disetiap pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana. (Sulvi Sofiana)

"Meski selama ini peraturannya harus menyertakan hasil PCR negatif yang berlaku untuk 3x24 jam, tapi sekarang kami akan tetap menerapkan tes PCR ulang di setiap pintu kedatangan," tambahnya.

Namun, kebijakan terbaru untuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Jatim hanya akan melakukan pemeriksaan awal di Jatim.

Kemudian akan diberikan pengantar untuk pemeriksaan lanjutan pada hari kelima kedatangan di daerah asal.

"Sebelumnya kami karantina lima hari dulu di Surabaya baru pulang. Tapi karena transportasi ke luar Jatim terakhir tanggal 6 Mei, maka kami beri kebijakan pemeriksaan lanjutan ini untuk PMI di daerah asal," ujarnya.

Tak hanya surat pengantar pemeriksaan di daerah asal, PMI juga dibekali pengantar dari Dishub sehingga perjalanannya lancar tanpa melewati banyak pemeriksaan.

" Karena mereka ini bukan pemudik tapi pekerjaan di luar negeri sudah selesai," tegasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved