Breaking News:

Beirta Lamongan

Didukung Sedekah dari Warga Lamongan, Baznas Programkan Pendidikan Siswa Miskin Sampai S1

Rencana menggencarkan bantuan ekonomi dan pendidikan untuk warga kurang mampu itu juga disampaikan  Ketua Baznas Lamongan, KH Abdul Rouf

surya/hanif manshuri
Wakil Bupati Lamongan yang juga Ketua Baznas Lamongan, KH Abdul Rouf mengikuti penyerahan bansos kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/5/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Upaya pengentasan kemiskinan serta membantu pendidikan warga miskin, bisa tercapai kalau ditanggung bersama. Jiwa sosial masyarakat Lamongan ternyata tetap tinggi meski selama masa pandemi, sehingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lamongan pun bisa segera merealisasikan beberapa program untuk warga tak mampu.

Di antaranya adalah program beasiswa untuk siswa kurang mampu dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK bahkan hingga jenjang S1. Itu adalah satu di antara program Baznas untuk mentasyarufkan zakat dari umat Islam di Lamongan.

Rencana menggencarkan bantuan dan dana pendidikan untuk warga kurang mampu itu juga disampaikan  Ketua Baznas Lamongan, KH Abdul Rouf saat penyerahan bantuan sosial Kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/5/2021).

Kiai Rouf yang juga Wakil Bupati Lamongan itu menjelaskan bahwa Pemkab Lamongan akan berusaha mengembangkan dan memajukan Baznas Lamongan. “Baznas merupakan lembaga untuk menghimpun, mengelola dan menyerahkan zakat infaq dan shodaqoh masyarakat agar tepat sasaran, " kata Kiai Rouf.

Bahkan menurut Kiai Rouf, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi juga ingin memberikan beasiswa bagi tahfidz atau penghafal Al-Quran 30 Juz sampai dengan jenjang pendidikan S2, baik di dalam maupun di luar negeri.

Diungkapkan, sampai saat ini beasiswa telah diberikan kepada siswa SD/MI sebesar Rp. 100.000 per bulan, SMP/MTS sebesar Rp. 150.000 per bulan, SMA/SMK sebesar Rp. 200.000 per bulan, untuk santri sebesar Rp. 300.000 per bulan dan mahasiswa sebesar Rp. 400.000 per bulan.

Menurut Rouf, masyarakat Lamongan mudah untuk mengeluarkan zakat, infaq, dan shodaqohnya. Terbukti pada tahun 2019, dari target semula Rp. 1,7 miliar, ternyata Baznas bisa menghimpun Rp 2,2 miliar. "Bahkan di 2020 yang telah memasuki pandemi, target dana umat Rp 4,5 miliar hampir tercapai," katanya.

Salah satu ikhtiar menggalang donasi dari masyarakat adalah melalui Gerakan Infaq Shubuh (GIS) yang mendorong para ASN untuk ikut beramal. ASN bisa mengumpulkan infaq setiap shubuh, lalu menghimpunnya di setiap instansi lalu mempercayakan pengelolaannya kepada Baznas setiap dua minggu sekali.

"Kemudian dana umat itu ditasyarufkan kepada mereka yang membutuhkan seperti saat ini yakni melalui LKSA, " kata Kiai Rouf.

Baznas juga bekerjasama dengan TP PKK untuk memberikan bantuan kepada 33 LKSA di Lamongan, di antaranya kepada anak-anak telantar, yatim piatu dan lansia terlantar.

Bantuan yang diberikan selain kelembagaan juga kepada individu. Berupa beras 50 KG, gula 5 KG, minyak goreng 1 dus, mie instan 1 dus serta uang tunai Rp 5 juta untuk kelembagaannya dan paket sembako kepada setiap individunya. ***

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved