Breaking News:

Berita Magetan

Daftar 78 PO Bus Khusus Mudik Beredar Liar di Magetan, Dishub Ternyata Belum Tahu

Karena selain tidak menyebut instansi yang mengeluarkan pengumuman, kabar itu malah semakin menyesatkan masyarakat.

surya/doni prasetyo
Pemeriksaan gabungan surat bus yang diizinkan untuk melakukan angkutan mudik antar kota dalam provinsi Jatim oleh personel TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) di terminal Magetan, Rabu (5/5/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Menjelang deadline pembebasan bepergian antarkota, Rabu (5/5/2021), sempat beredar informasi sesat yang membingungkan masyarakat Magetan.

Yaitu beredarnya selebaran melalui WhatsApp (WA) bahwa ada sebanyak 78 Perusahaan Otobus (PO) yang akan beroperasi khusus selama angkutan mudik Lebaran.

Pesan via WA itu dengan cepat beredar liar di tengah masyarakat, dan justru membuat orang bingung. Karena sejak 6 Mei sampai 17 Mei, tidak ada angkutan mudik atau masyarakat yang diizinkan mudik antar kota di luar rayon yang ditetapkan di Jatim.

Untuk Magetan, termasuk dalam rayon 5 bersama Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Artinya masyarakat hanya diperbolehkan bepergian di enam daerah itu.

"Selebaran yang beredar lewat WA itu membingungkan, karena ada 78 PO yang diizinkan beroperasi sebagai angkutan Lebaran," unglap Ratno, salah seorang pelaku usaha transportasi di Magetan kepada SURYA, Rabu (5/5).

Menurut Ratno, informasi mengenai bus yang diizinkan sebagai angkutan mudik Lebaran itu sulit dipertanggungjawabkan. Karena selain tidak menyebut instansi yang mengeluarkan pengumuman, kabar itu malah semakin menyesatkan masyarakat. "Juga tidak ada tanda tangan pejabat yang mengeluarkan daftar nama PO itu," katanya.

Munculnya informasi yang tak terverifikasi itu, lanjutnya, bisa berdampak serius. Dikhawatirkan masyarakat yang membaca dan tidak mengecek kebenaran informasi itu, terkecoh dan lantas beramai-ramai mendatangi terminal untuk mencari bus yang membawa mereka mudik.

"Rakyat jadi bingung dengan banyaknya pengumuman yang beredar. Sepertinya tidak ada yang bertanggung jawab," tegasnya.

Dugaan bahwa informasi di atas adalah hoaks, juga cepat terjawab ketika Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, mengaku pihaknya belum mendapat tembusan informasi mengenai bus-bus yang diizinkan melayani mudik lebaran.

"Dishub Magetan hanya mendapat pemberitahuan, bahwa bus yang ditunjuk sebagai angkutan mudik Lebaran akan diberi stiker dari Kemenhub," kata Welly.

Dikatakan Welly, sampai sehari menjelang penyekatan menyeluruh di Jatim, belum ada informasi tertulis kapan ada pemasangan stiker dari Kemenhub untuk bus angkutan mudik.

"Dishub Magetan belum dapat informasi baru dari Dishub Provinsi Jatim. Kalau pun ada info, hanya terkait pemasangan stiker pada bus yang diizinkan saja," tandasnya. ****

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved