Breaking News:

Biodata Saut Situmorang yang Sebut Masa Depan KPK Bergantung Hati Nurani: Ahli Fisika, Lama di BIN

Berikut ini profil dan biodata Saut Situmorang mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang singgung soal hati nurani saat mengomentari kondisi

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Pimpinan KPK Saut Situmorang seusai mengikuti fit and proper test di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (14/12/2015). Berikut profil dan biodatanya. 

SURYA.co.id I JAKARTA - Berikut ini profil dan biodata Saut Situmorang mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang singgung soal hati nurani saat mengomentari kondisi KPK saat ini. 

Komentar nelangsa Saut Situmorang itu menyusul uji materi terhadap 26 poin UU KPK yang ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Saut, yang juga salah satu pemohon uji formil itu, masih meyakini 26 poin dalam UU KPK hasil revisi yang melemahkan lembaga antirasuah.

Uji materi terhadap UU KPK itu diajukan Saut Situmorang bersama mantan pimpinan KPK lainnya, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. 

"Kalau undang-undang jelek, kalau punya hati nurani, (KPK) masih jalan. MK sudah putuskan, itu harus kita hargai," kata Saut, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Ada Apa dengan Saut Situmorang, Komentar Nelangsa: Masa Depan KPK Bergantung pada Hati Nurani

Ia mengatakan, dampak revisi UU KPK akan tetap terasa meski MK telah mencabut ketentuan yang mengatur penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan mesti seizin Dewan Pengawas.

"Masih ada loophole yang masih memungkinkan penindakan korupsi masih lemah karena ada delay dari sisi manajemen, makanya kami meminta UU dikembalikan," ujar dia.

Oleh sebab itu, ia menekankan, masa depan KPK akan bergantung pada orang-orang yang masih memiliki hati nurani serta keberanian dalam memberantas korupsi.

"Kalau itu tidak ada (hati nurani), makin tidak bisa dibayangkan," kata Saut.

Sebelumnya Saut dan 2 mantan pimpinan KPK meminta agar MK menyatakan UU KPK cacat formil dan prosedur sehingga tidak dapat diberlakukan atau batal demi hukum.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved