Breaking News:

Berita SItubondo

Berkat Pelukan Si Tari, Tidak Ada Lagi Kelambanan dalam Pelayanan Kesehatan di Situbondo

Peluk Si Tari merupakan kependekan dari 'Pelayanan Unggul Berkualitas dan Simpel Tanpa Ribet'.

surya/izi hartono
Muspika Panarukan menggelar rapat koordinasi untuk sosialisasi inovasi Peluk Si Tari di Bondowoso, Rabu (5/5/2021). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Membantu memberi pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat tidak hanya memerlukan kompetensi di bidang kesehatan, tetapi sekarang juga memerlukan terobosan. Hal itu yang dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Panarukan Bondowoso, yang meluncurkan inovasi 'Peluk So Tari' di wilayahnya.

Rabu (5/5/2021), skema dan penerapan Peluk Si Tari itu dijelaskan Kepala UPTD PKM Panarukan, Imam Hariyono dalam rapat koordinasi di PKM setempat. Peluk Si Tari merupakan kependekan dari 'Pelayanan Unggul Berkualitas dan Simpel Tanpa Ribet'.

Dikatakan Imam, muara dari penerapan inovasi itu adalah memberikan kepuasan dalam pelayanan kesehatan kepada masyatakat.

“Inovasi Peluk Si Tari ini sejalan dengan program Bupati Situbondo, di mana diharapkan seluruh masyarakat yang ber-KTP Situbondo bisa mendapatkan pelayanan gratis tetapi berkualitas. Caranya, saat mendaftar dengan hanya menunjukkan KTP, kartu kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, KIS dan sejenisnya,” ujar Imam.

Lahirnya inovasi itu, jelas Imam, karena terpicu adanya permasalahan yang sering ditemui saat pasien melakukan proses pendaftaran di Puskesmas. Sehingga kerap pasien menunggu terlalu lama akibat ketidaksesuaian data kependudukan.

"Seperti ketidakcocokan nama pasien, status cerai, status meninggal dan kepesertaan jaminan sosial yang sudah tidak aktif namun masih dipergunakan untuk pendaftaran. Dan ini bisa menghambat pemberian layanan kesehatan kepada pasien," kata Imam kepada SURYA.

Imam menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya melakukan terobosan atau inovasi Peluk Si Tari. Inovasi itu diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah administrasi tersebut dengan memberi jalur cepat dalam pelayanan.

Bahkan, kata Imam, dengan inovasi Peluk Si Tari ini maka pelayanan kesehatan bisa dilakukan secara maksimal sesuai dengan kompetensi di Puskesmas Panarukan.

“Untuk urusan administrasi, kami telah berkoordinasi dan meminta bantuan lintas sektor, yakni camat dan delapan kepala desa (kades). Mereka bisa menugaskan perangkatnya secara khusus dalam proses pendaftaran dan pembayaran,” jelasnya.

Sementara Pj Camat Panarukan, Syiaful Badri mengatakan, pihaknya sudah meminta para kades agar melakukan pendataan secara menyeluruh kepada warganya agar memiliki KTP. "Kita sudah instruksikan kades agar mendata warganya menyeluruh," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, dalam pertemuan memang ada yang pertanyaan yang belum bisa dijawab, seperti terkait anak yatim yang ada di Panti Asuhan. "Untuk masalah anak yatim itu kami masih akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil dan Dinsos," pungkasnya. ***

Penulis: Izi Hartono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved