Breaking News:

Berita Banyuwangi

Baru 80 TKI Pulang ke Banyuwangi, Gelombang Kedatangan Masih Akan Terjadi

Sebanyak 80 orang TKI sudah menjalani isolasi mandiri, sebelum dipulangkan ke rumahnya di beberapa kecamatan di Banyuwangi.

surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi menemui para TKI yang baru kembali dari luar negeri, dan dikarantina di Balai Diklat PNS, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Rabu (5/4/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah memantau langsung para pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Banyuwangi. Ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Sugirah memantau langsung kondisi para TKI yang sementara ditampung di Balai Diklat PNS, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Rabu (5/4/2021). Sebanyak 80 orang TKI sudah menjalani isolasi mandiri, sebelum dipulangkan ke rumahnya di beberapa kecamatan di Banyuwangi.

"Langkah ini kami lakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. Kami berupaya semaksimal mungkin agar para TKI, keluarganya dan masyarakat bisa berkumpul bersama di kampung halaman dengan perasaan aman dan nyaman," kata Sugirah.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono menjelaskan, hingga saat ini sudah terdapat 80 orang TKI yang kembali ke Banyuwangi untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Para TKI itu bekerja di Malaysia, Thailand, Singapura, dan secara bergelombang memasuki Banyuwangi.

"Para pekerja migran ini memasuki Banyuwangi terhitung sejak Jumat - Selasa (30 - 4/5/2021), dan masih akan ada beberapa gelombang lagi. Hingga kini tercatat sudah 80 orang yang datang," terang Rio, sapaan akrabnya.

Menurut Rio, di Banyuwangi mereka mengikuti karantina lanjutan setelah di Asrama Haji Surabaya. Karantina dilakukan selama 5 hari, dua hari di Surabaya dan 3 hari di Banyuwangi. Dalam karantina tersebut, mereka akan di-swab sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Dua hari ini kita melakukan swab dan hasilnya 35 orang negatif. Kita pulangkan tetapi nanti ada karantina mandiri selama 14 hari. Dengan dipantau ketat oleh satgas Covid-19 di desa dan kecamatan," pungkas Rio. ****

Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved