Breaking News:

Berita Lumajang

92 Pekerja Migran Mudik ke Kabupaten Lumajang, Tiap Desa Diminta Awasi Skrining Lanjutan

Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, sebanyak 92 buruh migran yang pulang menjelang Lebaran 2021.

tribun jatim/hanggara pratama
Foto Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI) mudik Lebaran. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang yang pulang kampung di tengah pandemi covid-19, mendapat atensi penuh dari pemerintah.

Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, sebanyak 92 buruh migran yang pulang menjelang Lebaran 2021.

Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Lumajang, Candipuro, Pasrujambe, Tempeh, Padang, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Tempursari, Jatiroto dan Kecamatan Yosowilangun.

Kasi Tenaga Kerja Luar Negeri Disnaker Lumajang Suhartini mengatakan, kebanyakan buruh migran itu merupakan buruh yang bekerja dari Malaysia dan Singapura.

Mereka memilih pulang ke tanah air karena kontrak kerja telah habis.

"Kepulangan mereka tidak bisa kami bendung. Jadi pilihan kami supaya semuanya aman ya harus kami terima dengan catatan. Seperti kami pastikan mereka ini tidak tertular corona dan mereka harus sanggup melakukan pemeriksaan bersama petugas kesehatan,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat PTM, Murid dan Guru di Gresik Jalani Rapid Test Antigen

Meski para PMI diperbolehkan kembali di tanah air namun ada beberapa screening lanjutan yang musti dipatuhi.

Para pekerja migran sebelum diperbolehkan pulang kampung terlebih dahulu wajib menjalani karantina selama lima hari di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Tidak hanya itu, setibanya di rumah mereka tidak boleh langsung keluar untuk beraktivitas, melainkan harus isolasi mandiri.

"Jadi harus isolasi dahulu dan wajib swab terlebih dahulu," ujarnya.

Untuk mengawasi proses skrining lanjutan tersebut pihaknya pun melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di setiap desa.

Ini dilakukan untuk memastikan selama isolasi mandiri para buruh migran benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami koordinasi dengan desa supaya dia yang datang itu diawasi untuk tidak kemana-mana. Begitu hasilnya keluar dan meskipun hasilnya negatif mereka masih diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri selama kurang lebih lima hari,” pungkasnya.

BACA BERITA LUMAJANG LAINNYA

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved