Breaking News:

Pemprov Jatim

Seluruh Fraksi Terima LKPJ 2020, Khofifah: Terimakasih, Rekomendasi Jadi Catatan Peningkatan Kinerja

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Jatim Tahun Anggaran  2020 diterima secara aklamasi oleh seluruh Fraksi DPRD Jatim.

Foto:humas pemprov jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disaksikan Ketua DPRD Jatim Kusnadi menandatangani penyerahan rekomendasi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (3/5/2021) sore. 

Sehingga, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun APBD Jatim Tahun Anggaran 2020 telah mengakomodir tuntutan perkembangan kondisi terkini. Khususnya terkait dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020. 

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan refocussing program di seluruh OPD sebesar Rp. 2,38 trilyun lebih. Anggaran tersebut berasal dari efisiensi belanja daerah OPD untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 1,21 triliun lebih dan sisa alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp. 90,26 Milyar lebih. 

"Hasil refocussing tersebut dialokasikan pada belanja untuk tenaga kesehatan sebesar Rp. 11 milyar, belanja barang dan jasa untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 128,52 Milyar lebih, belanja bantuan sosial sebesar Rp. 108,18 milyar lebih dan belanja tidak terduga sebesar Rp. 1,31 triliun lebih," urai Khofifah. 

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk, Social Safety Net sebesar Rp. 995,04 Milyar berasal dari bantuan tidak terduka (BTT) sebesar Rp. 565,66 Milyar lebih, penyediaan bantuan sosial sebesar Rp. 108,18 Milyar lebih dan sisanya berasal dari refocussing dan realokasi dari OPD yang memiliki tugas pokok dan fungsi sosial kemasyarakatan. 

Gubernur Khofifah pun memaparkan, angka produksi padi di Jatim menurut BPS meningkat dan menduduki posisi pertama di Indonesia. Untuk itu, pihaknya terus mendorong Bulog untuk menyerap gabah dan beras semaksimal mungkin. 

Berdasarkan data BPS Jatim yang dirilis Maret 2021, tercatat produksi padi pada 2020 mencapai 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG). Kondisi tersebut naik 363.6000 ton atau 3,97 % dari tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, Jatim menjadi penyumbang 18,2 % produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia.

"Substansi dari LKPJ TA 2020 menjadi penting, karena nantinya akan digunakan untuk mengukur capaian dalam implementasi RKPD 2020, yang merupakan penjabaran tahun kedua pada RPJMD 2019-2024," jelasnya. (*) 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved