Breaking News:

Berita Mojokerto

Polisi Cegat dan Hentikan Kendaraan Pakai Pelat Palsu di Tol Jombang-Mojokerto

Anggota Satlantas Polres Mojokerto Kota menghentikan sebuah truk niaga yang memakai pelat nomor kendaraan palsu di pintu keluar Tol Jombang-Mojokerto

Surabaya.Tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Anggota Satlantas Polres Mojokerto Kota menghentikan sebuah truk niaga yang memakai pelat nomor kendaraan palsu di pintu keluar Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) Gerbang Exit Mojokerto Barat, Desa Pegerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/5/2021) sore. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Anggota Satlantas Polres Mojokerto Kota menghentikan sebuah truk niaga yang memakai pelat nomor kendaraan palsu di pintu keluar Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) Gerbang Exit Mojokerto Barat, Desa Pegerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/5/2021) sore.

Kendaraan truk Mitsubishi warna kuning tersebut patut dicurigai lantaran berasal dari luar kota/ Provinsi. Apalagi, bak kendaraan warna kuning ini dalam kondisi tertutup rapat memakai terpal meski tanpa muatan.

Petugas gabungan dari Polantas bersama Dishub dan Satpol PP terpaksa menghentikan kendaraan yang berpenumpang tiga orang ini karena mereka khawatir disalahgunakan untuk mengangkut orang (Pemudik).

KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota, IPTU Karen mengatakan petugas gabungan melaksanakan pengetatan akses masuk ke wilayah Mojokerto via pintu Exit jalan tol, pada H-2 sebelum penerapan penyekatan total terkait larangan mudik Idul Fitri mulai 6 Mei 2021.

Pelaksanaan pengetatan itu pihaknya mendapati kendaraan truk bak tertutup terpal yang mencurigakan ketika melintas di pintu Exit Tol Mojokerto Barat.

"Kami menghentikan kendaraan niaga karena mencurigakan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan membuka bak truk yang terutama terpal," ungkapnya di lokasi, Selasa (4/5).

Petugas meminta pengemudi truk untuk turun menunjukkan surat kendaraan untuk mencocokan pelat nomor. Sopir truk juga membuka penutup terpal bak kendaraannya untuk meyakinkan petugas kalau dia tidak mengangkut orang/ pemudik. Hasil pemeriksaan truk kosongan tanpa muatan usai perjalanan dari Madura.

Namun, sopir truk terlihat panik dan gelagapan saat menunjukkan surat kendaraan sehingga membuat petugas semakin curiga. Ternyata, ada kejanggalan antara STNK dan pelat nomor kendaraan yang ternyata palsu.

"Hasil pemeriksaan surat kendaraan tidak sama yaitu tertulis BE 9025 GP namun yang terpasang pada pelat nomor kendaraan BE 8025 GP masa berlaku 12.24, sehingga akan kita periksa lebih lanjut," ucap Karen.

Menurut dia, masa berlaku surat kendaraan truk yang dikemudikan Bisri Mustofa asal Desa Sumber Fajar RT06/RW02, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah ini juga telah melewati jatuh tempo yang sudah habis pada tahun 2019. Namun, anehnya surat uji kir kendaraan truk ini baru saja diperbaharui pada tahun 2021.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved