Breaking News:

Mengaku Polisi Banten, Ancam Tembak Warga di SPBU, Korban: Silakan Tembak Pak, Saya Orang Miskin

Penganiayaan itu dialami seorang pria pengendara motor berinisial M. Pelaku seorang pria mengendarai mobil.

pixabay.com
ILUSTRASI - Senpi 

SURYA.co.id I BANTEN - Sebuah vidoe penganiayaan di sebuah SBPBU di Banten, viral di media sosial.

Penganiayaan itu dialami seorang pria pengendara motor berinisial M. Pelaku seorang pria mengendarai mobil.

Peristiwa itu terjadi di SPBU Jalan Raya Pandeglang-Rangkasbitung, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten, Senin (3/5/2021) sekitar pukul 08.30 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, M mengatakan, penganiayaan yang dialaminya hanya karena masalah sepele. Kejadian berawal saat M sedang mendorong motor rekannya yang mogok karena kehaisan bensin.
Sesampainya di SPBU tersebut, mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi B 2841 WAC milik pelaku langsung menghampirinya. Sebab, motor yang dikendarai M dianggap menghalangi laju mobilnya. "Pas turun, itu pelaku langsung mengaku anggota Polda Banten, dia mengancam mau tembak," ujar M saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Saat diancam akan ditembak, lanjut M, ia lantas mempersilakan pelaku untuk menembaknya. Hal itu ia lakukan karena M merasa tidak bersalah. "Silakan Pak, tembak saya, saya hanya orang miskin," ucap M saat menirukan ucapannya kepada pelaku.

Kata M, sambil mengancam akan menembak dirinya, pelaku juga memukul wajahnya sebanyak tiga kali hingga mengakibatkan luka ringan di wajahnya.

Bahkan, sebelum pergi meninggalkan dirinya, pelaku sempat memotret wajahnya. "Pelaku sempat foto saya, lalu pergi," ungkapnya.

Tak terima dengan kejadian yang dialaminya, M lantas melaporkannya ke Mapolres Lebak dan berharap laporannya dapat diproses.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengejar pelaku dan menyelidiki apakah benar polisi atau bukan. "Polda Banten tindak lanjuti dengan turunkan Tim Cyber dan Propam untuk cari kebenaran informasi, apa betul dia oknum polisi atau hanya mengaku-ngaku saja," kata Edy melalui pesan singkat, Selasa.

Terkait dengan kejadian itu, kata Edy, apabila masyarakat merasa diancam orang yang mengaku sebagai anggota Polri segera laporkan ke kepolisian agar segera bisa ditelusuri untuk menemukan hal yang sebenarnya.

Ia pun mengimbau, siapa pun dalam perselisihan pribadi untuk tidak menonjolkan profesinya, apalagi anggota Polri. "Kami juga meminta masyarakat untuk tidak cepat memercayai, karena Polri sendiri terus berbenah diri, terutama agar dapat lebih bersikap melayani masyarakat," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Video Viral Sopir Mengaku Polisi Ancam Tembak Warga di SPBU, Tim Cyber dan Propam Turun Tangan"

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved