Breaking News:

Lebaran 2021

Kepala Daerah se-Bakorvil V Jember Diminta Tegas terkait Larangan Mudik Lebaran 2021

Bakorwil V Jember meminta pemangku kebijakan di tujuh kabupaten dan kota di wilayah kerjanya untuk menegaskan larangan mudik saat Idul Fitri 2021.

surya.co.id/sri wahyunik
Semua daerah di Bakorwil V Jember diminta waspada terkait persebaran Virus Corona jika terjadi kelonggaran mudik Idul Fitri 2021. 

Surya.co.id | JEMBER - Bakorwil V Jember meminta pemangku kebijakan di tujuh kabupaten dan kota di wilayah kerjanya untuk menegaskan larangan mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2021.

Plt Kepala Bakorwil V Jember Benny Sampirwanto meminta ketegasan dari tujuh kepala daerah untuk melarang warganya mudik.

Ketujuh daerah yang menjadi wilayah kerja Bakorwil V Jember adalah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten dan Kota Probolinggo, dan Lumajang.

Hal itu diungkapkan Benny saat rapat koordinasi (Rakor) menjelang dan setelah Idul Fitri 1442H/2021 di wilayah Bakorwil V Jember, di Kantor Bakorwil V Jember Jl Kalimantan, Sumbersari, Jember, Selasa (4/5/2021).

"Mohon kerjasama dari semua pemangku kebijakan di wilayah Bakorwil V Jember. Kepala daerah harus secara tegas melarang warganya mudik, hal ini untuk menghindari penyebaran Covid-19," ujar Benny.

Sejumlah pimpinan OPD terkait hadir dalam pertemuan itu, seperti kepala Dinas Perhubungan, kepala Dinas Kesehatan, juga sejumlah unsur di Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten dan kota.

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dihadiri oleh Kepala UPT LLAJ Jember Dishub Jatim Agus Wijaya. Sedangkan Ketua Tim Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi hadir secara daring.

Senada dengan Benny, dr Joni mengajak pemangku kebijakan di tujuh kabupaten dan kota di wilayah Bakorwil V Jember untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kita semua harus mewaspadai lonjakan kasus. Karena jika tidak diantisipasi, Indonesia bisa berpotensi seperti India. Karenanya, sangat penting kerjasama daerah untuk menjaga dan menekan supaya tidak ada lonjakan kasus," ujar Joni dalam paparannya secara virtual.

Joni membuka paparannya dari tsunami Covid-19 di India yang kini sedang terjadi. Menurutnya, ada beberapa penyebab kenapa India bisa terkena tsunami Covid-19, antara lain adanya mutasi virus, dan pelanggaran protokol kesehatan antara lain melalui festival keagamaan dan kampanye Pemilu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved