Breaking News:

Berita Madiun

Kapolres Madiun Minta Hotel-Restoran Ikut Cegah Penularan Covid-19 selama Lebaran

untuk menekankan pentingnya penegakkan protokol kesehatan. Acara itu dihadiri 20 orang perwakilan dari hotel dan restoran di Kota Madiun.

surya/rahardian bagus p
Polres Madiun Kota ajak anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cegah penularan Covid-19 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Selama pelarangan mudik, dikhawatirkan terjadi akumulasi warga di tempat-tempat wisata lokal, mal, atau hotel dan restoran yang masih memicu penularan Covid-19. Untuk itulah, para pengusaha hotel dan restoran sejak dini diajak berpartisipasi untuk mencegah penularan selama momen Lebaran nanti.

Ajakan itu disampaikan Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan saat acara silaturrahim dengan para pengelola hotel dan restoran di Kota Madiun, Selasa (4/5/2021) sore.

Kapolres sengaja mengundang anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Gedung Sunaryo Polres Madiun Kota, untuk menekankan pentingnya penegakkan protokol kesehatan. Acara itu dihadiri 20 orang perwakilan dari hotel dan restoran di Kota Madiun.

Kapolres mengatakan, pihaknya Ptidak melarang hotel dan restoran di Kota Madiun untuk beroperasi, namun mengimbau kepada pengelola agar tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan benar.

“Nanti kalau ada yang mau menginap, tolong protokol kesehatannya diterapkan. Seperti beberapa tempat yang saya kunjungi, minimal ada pendeteksi suhu, tempat cuci tangan, hand sanitizer. Itu wajib,” ujar Dewa.

Selain itu, setiap pengunjung wajib membawa surat hasil swab PCR, karena sudah menjadi syarat utama untuk menginap di hotel yang berada di Kota Madiun.

“Misalkan ada warga yang menginap di hotel, minimal harus bisa menunjukkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 (hasil swab PCR). Apalagi pelaku perjalanan dari luar Kota Madiun, kalau tidak membawa (surat keterangan), kami akan tindak tegas bersama dengan Satgas Covid-19,” kata Dewa.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Kota Madiun, hingga Selasa (4/5/2021) mencapai, 2293 kasus, dan 152 di antaranya meninggal. Pada Selasa (4/5/2021), terjadi penambahan kasus sebanyak 18 orang dan dua orang meninggal. ***

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved