Breaking News:

Berita Blitar

Jatuh dari Motor, Warga Blitar Tidak Sempat Menjerit Saat Tenggelam di Sungai Brantas

Tubuh korban seketika hilang ditelan air, sedangkan sepeda motornya masih menggantung di tebing sungai karena tersangkut semak-semak.

surya/imam taufiq
Petugas Polsek Selopuro dan perangkat Desa/Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar mengawasi proses pencarian pengendara motor yang tenggelam di Sungai Brantas, Selasa (4/5/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kegembiraan ngabuburit di Dusun Jabon, Desa/Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Senin (3/5/2021) lalu, seketika berubah menjadi kesedihan. Warga setempat panik setelah seorang pengendara sepeda motor mengalami selip dan terjatuh, sebelum kemudian tercebur ke Sungai Brantas yang arusnya deras.

Warga pun gempar, bahkan menurut beberapa orang saksi, korban diketahui sampai terlempar dari motornya. Tubuhnya langsung tercebur ke sungai dan tenggelam, bahkan tidak terdengar suara jeritanya saat itu.

Tubuh korban seketika hilang ditelan air, sedangkan sepeda motornya masih menggantung di tebing sungai karena tersangkut semak-semak.

"Informasi yang didapatkan dari warga, korban diketahui bernama Irfan (20), warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro. Pencarian sudah mulai dilakukan setelah kejadian itu, dan sampai Selasa (4/5/2021) petang, tubuh korban belum ditemukan," kata Kapolsek Selopuro, Iptu Suhartono, Selasa (4/5/2021).

Warga hanya sepeda motor korban tersangkut di tepi sungai Brantas. Diduga, saat korban terperosok, motornya tersangkut semak-semak, sedangkan korban langsung terpelanting dan masuk ke sungai.

Entah bisa berenang atau tidak, korban langsung hanyut dan hingga kini belum ditemukan. Informasinya, sungai di TKP itu sering menelan korban. Di antaranya, ada tim atletik tingkat SMA juga hanyut di sungai selebar 50 meter itu usai berlatih dan mandi ramai-ramai.

"Kami masih melakukan ppencarian. Tak hanya di TKP namun pencarian sudah dilakukan sampai sejauh 5 KM (Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, yang sudah berbatasan dengan Desa Bendosewu, Kecamatan Talun)," ungkap Suhartono.

Namun demikian, belum ada tanda-tanda kalau tubuh korban ditemukan. Pencarian yang melibatkan warga dan berbagai tim itu sedikit mengalami kendala. Sebab selain sungainya cukup dalam atau sekitar 7 meter, juga arusnya deras. Ditambah sungai itu cukup lebar.

"Dugaan kami, korban sudah terseret arus karena itu kami melakukan pencarian dengan menyisir sungai hingga berbatasan antarkecamatan," tambahnya.

Hartono belum bisa memastikan penyebab kecelakaan yang dialami korban. Namun saat itu korban melaju dari arah Pasar Selopuro. Sepertinya ia sedang jalan-jalan atau menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit).

Sesampai di TKP yang jalannya di tepi sungai, korban hendak putar balik. "Ada warga yang melihat, saat korban putar balik itu, ban depan motornya terpeleset di jalan yang masih tanah itu," ungkapnya.

Begitu terpeleset, korban tak bisa mengendalikan sepeda motornya, sehingga langsung terperosok ke tepi sungai. Kemungkinan, korban langsung terpelanting dan tercebur ke sungai. "Kejadiannya begitu cepat karena ada warga sempat hendak menolongnya. Namun tubuh korban sudah tak terlihat," paparnya. ****

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved